Menjelang Lebaran, kesiapan jalan nasional jadi sorotan utama. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, memastikan bahwa jalur-jalur utama untuk mudik dalam kondisi yang siap. Ia menyebut panjang total jalan nasional non-tol yang akan dilalui pemudik mencapai lebih dari 47 ribu kilometer.
“Teman-teman sekalian, terkait jalan nasional yang non-tol, saya ulangi yang sifatnya non-tol, ini kita laporkan ada 47 ribu lebih kilometer yang harus terus kita preservasi,” kata AHY.
Pernyataan itu disampaikannya dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu lalu.
Secara umum, angka kemantapan jalan-jalan itu disebutnya mencapai 93,2 persen. Angka ini berlaku untuk jalan nasional di hampir semua wilayah, mulai dari Jawa-Bali, Sumatera, hingga ke Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua.
“Kondisinya beragam, tapi secara umum jalan nasional yang non-tol itu kemantapannya sekitar 93,2 persen,” ujarnya.
Namun begitu, AHY mengakui bahwa ceritanya bisa berbeda begitu kita masuk ke jalan provinsi atau jalan kabupaten dan kota. Tingkat kemantapannya tentu tak seragam. Meski demikian, untuk jalan nasional yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, ia menjamin kondisinya sudah layak dan siap dipakai untuk mudik.
Di sisi lain, upaya perbaikan jalan yang rusak terus dilakukan. Kementerian PUPR punya tim khusus bernama Disaster Relief Unit atau DRU. Tugas mereka sederhana tapi krusial: bergerak cepat untuk menangani kerusakan di lapangan.
“Nah, namun demikian kita memahami bahwa kita juga harus terus melakukan preservasi, memperbaiki jalan-jalan yang memang rusak,” jelas AHY.
“Sudah kita siapkan dari Kementerian Pekerjaan Umum yang dinamakan dengan Disaster Relief Unit. DRU ini tugasnya adalah secara cepat menggelar alat-alat berat dengan material yang digunakan untuk segera menutup, saya ulangi memperbaiki atau menambal jalan-jalan yang berlubang agar bisa segera digunakan dan tidak terlalu menghambat perjalanan.”
Persiapan ini bukan tanpa alasan. Pemerintah sudah memetakan titik-titik rawan bencana di sepanjang jalur mudik. Data yang ada menunjukkan ada 807 titik rawan banjir. Lalu, titik rawan longsor bahkan lebih banyak lagi, mencapai 1.641 lokasi. Tak ketinggalan, ada pula 15 titik rawan banjir rob yang tersebar di berbagai daerah.
“Ini sudah diantisipasi ada beberapa titik rawan bencana. Totalnya itu bisa dilihat 807 rawan banjir, kemudian 1.641 rawan longsor, sedangkan ada 15 rawan banjir rob. Ini tersebar di seluruh Indonesia,” paparnya.
Untuk mengantisipasi semua pot gangguan itu, sebanyak 1.461 unit tim DRU telah disiagakan. Mereka dilengkapi dengan peralatan berat dan material pendukung yang memadai. Harapannya, jika ada kerusakan atau gangguan infrastruktur yang bisa menghambat arus mudik dan balik, tim ini bisa langsung turun tangan dengan cepat.
“Disaster Relief Unit itu sekitar 1.461 unit. Ini juga sudah siap dengan alat-alat berat dan materialnya,” pungkas AHY.
Artikel Terkait
Gubernur Jateng Dorong Kontes Sapi Perah untuk Pacu Produksi Susu
Pencairan PKH Tahap II 2026 Dimulai, Pemerintah Percepat Jadwal Demi Efisiensi Data
Tito Karnavian Ajak Kepala Daerah Sumbagsel Susun Program Prioritas 2027-2029
BRILink Agen Mekaar Tembus 426 Ribu Agen, Volume Transaksi Capai Rp3,52 Triliun