Wamendagri Tekankan Sinergi Pusat-Daerah untuk Wujudkan Visi Bupati dan Program Nasional

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 07:50 WIB
Wamendagri Tekankan Sinergi Pusat-Daerah untuk Wujudkan Visi Bupati dan Program Nasional

Di Ballroom Arya Kemuning, Kabupaten Kuningan, suasana kemarin tampak berbeda. Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, hadir membuka Retret Pejabat Administrator setempat. Dalam arahannya, ia langsung menekankan satu hal kunci: sinergi. Menurutnya, seluruh jajaran Pemkab Kuningan harus kompak mewujudkan visi misi sang bupati.

"Retret ini kan intinya membangun superteam," ujar Wiyagus.

"Tujuannya jelas, untuk mencapai visi-misi Bapak Bupati. Yang tentu saja, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo," tambahnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/2/2026).

Ia melihat retret bukan sekadar acara seremonial. Lebih dari itu, kegiatan semacam ini penting untuk menyelaraskan langkah antara pemerintah pusat dan daerah. Dengan begitu, kebijakan yang diambil nantinya bisa harmonis, tidak tumpang-tindih atau malah bertolak belakang.

Wiyagus lantas mengingatkan soal Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045. Dokumen besar itu, katanya, punya fokus utama: penguatan sumber daya manusia. Ini adalah modal pokok untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

Tanpa SDM unggul, sulit rasanya mengejar pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang ujung-ujungnya bermuara pada kesejahteraan rakyat. Makanya, melalui beragam program, pemerintah bertekad menciptakan manusia Indonesia yang tak cuma kompetitif di tingkat global, tapi juga berkarakter kuat dan siap hadapi tantangan zaman.

Namun begitu, jalan menuju sana tak selalu mulus. Wiyagus mengakui, dalam implementasinya pasti ada kendala, termasuk yang dihadapi Pemkab Kuningan. Itulah mengapa, kebijakan yang diterapkan di daerah haruslah fleksibel, disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan lokal. Satu ukuran untuk semua, seringkali tak berlaku.

Dari sisi keuangan, ada dinamika lain. Pemerintah pusat sedang melakukan penyesuaian alokasi dana transfer ke daerah sebagai bagian dari konsolidasi fiskal. Bagi sebagian daerah, ini mungkin terasa seperti tantangan. Tapi di sisi lain, justru bisa jadi peluang emas untuk mendorong kemandirian fiskal.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar