Warung seblak dan bakso Entin Sumartini (51) di Desa Pataruman, Bandung Barat, kini ramai lagi. Setelah sempat terpuruk, ibu rumah tangga ini bisa kembali berdagang berkat bantuan program pemberdayaan dari Kementerian Sosial. Yang bikin haru, di saat bersamaan, anaknya juga mendapat kesempatan bersekolah di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 17 Cimahi tanpa biaya.
“Usaha saya dari tahun 2017, jualan seblak sama bakso. Dulunya modal cuma Rp 80 ribu,” kenang Entin saat ditemui beberapa waktu lalu. Wajahnya cerah ketika bercerita. “Alhamdulillah, ibu bisa jualan lagi. Warungnya dapat bantuan dari PPSE.”
Bantuan itu ia terima Selasa lalu. Langsung ia gunakan untuk membeli perlengkapan dagang: kompor, tabung gas, blender, sampai mesin es serut. Tak lupa, bahan baku untuk seblak dan bakso. Dengan peralatan yang lebih lengkap, omzetnya pun merangkak naik.
Dulu, penghasilan kotor per hari hanya sekitar Rp 100 ribu. Sekarang, angka itu bisa menyentuh Rp 150 ribu. “Biasanya dapet Rp100 ribu, sekarang dapet Rp150 ribu,” ujarnya sambil tersenyum.
Peningkatan itu sangat berarti bagi keluarganya. Soalnya, penghasilan suaminya sebagai buruh bangunan tak menentu, bergantung pada ada tidaknya proyek. Bantuan pemberdayaan ini benar-benar menjadi penopang.
Namun begitu, yang paling menyentuh hati Entin bukan cuma soal uang. Matanya berkaca-kaca ketika bicara tentang anaknya. “Alhamdulillah sangat terbantu, apalagi anak sekolah di SR (Sekolah Rakyat). Ibu enggak punya biaya ya buat anak sekolah,” katanya, suara bergetar. “Alhamdulillah ada bantuan dari Bapak Presiden, akhirnya anak ibu sekolah lagi.”
Kisah Entin ini bukan sekadar cerita individu. Ia jadi contoh nyata bagaimana integrasi program antara pemberdayaan ekonomi dan akses pendidikan gratis bisa memberi dampak riil. Dampak yang memutus mata rantai kemiskinan, dimulai dari sebuah warung kecil di Cihampelas.
Di tempat lain, anak Entin, Diki Maulana (16), yang kini berseragam SRT 17 Cimahi, punya tekad kuat. Ia berjanji akan memanfaatkan kesempatan sekolahnya sebaik mungkin untuk menggapai cita-cita.
Tak lupa, ia menyampaikan pesan untuk orang tuanya. “Pesan dari saya untuk kedua orang tua saya, semoga tetap sehat, panjangkan umurnya, dan selalu tetap berjuang,” kata Diki.
Sebuah harapan sederhana dari seorang anak, yang kini punya jalan lebih terbuka untuk mengubah nasib keluarganya.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Kenakan Barong Bermotif Batik di Jamuan Makan Malam KTT ASEAN ke-48 di Filipina
Kementerian Agama Gelar Gerakan Ekoteologi dan 3R Semarakkan Waisak 2570 BE
Pendiri Ponpes di Pati Perkosa Santriwati dengan Modus Doktrin dan Ancaman Putus Jalur Keilmuan
Pembangunan Sekolah Rakyat Cirebon Capai 40 Persen, Brantas Abipraya Optimistis Rampung Tepat Waktu