Iran Hormati Langkah Indonesia, Tapi Tegaskan Perdamaian Gaza Harus Dimulai dari Akhiri Pendudukan

- Jumat, 23 Januari 2026 | 18:20 WIB
Iran Hormati Langkah Indonesia, Tapi Tegaskan Perdamaian Gaza Harus Dimulai dari Akhiri Pendudukan

Di kediamannya yang asri di kawasan Menteng, Jakarta, Duta Besar Iran Mohammad Boroujerdi menyampaikan sikap negaranya. Ia mengaku menghargai langkah Indonesia memutuskan untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza sebuah inisiatif yang digulirkan mantan Presiden AS Donald Trump. Pernyataan itu disampaikan Boroujerdi usai konferensi pers, Kamis lalu.

“Kami menghormati berbagai keputusan yang diambil oleh pemerintah Indonesia, berkaitan dengan kepentingan nasionalnya dan dengan jalan yang dipilih oleh Indonesia,” ujarnya.

Menurut sang Duta Besar, setiap negara punya kepentingan dan posisi politiknya sendiri dalam menyikapi isu Palestina. Itu wajar. Namun begitu, ia menegaskan bahwa hubungan bilateral Iran dan Indonesia yang sudah lama terjalin takkan terganggu oleh kebijakan luar negeri Jakarta, termasuk kerja sama dengan pihak ketiga dalam hal Palestina.

“Apa pun keputusan Indonesia akan kami hormati,” tegas Boroujerdi.

Soal pendekatan Dewan Perdamaian itu sendiri, Iran punya pandangan lain. Mereka menilai inisiatif tersebut gagal menyentuh akar masalah. Bagi Boroujerdi, penjajahan Israel atas wilayah Palestina harus dihentikan dulu. Baru kemudian langkah perdamaian bisa dibicarakan dengan serius.

“Kami percaya, seberapa pun solusi damai dibahas, selama penjajahan masih berlangsung, upaya itu tidak akan membuahkan hasil,” katanya.

Ia menggambarkan situasinya dengan analogi yang gamblang: seperti seseorang yang menduduki rumah orang lain, lalu mengajak si pemilik rumah untuk berunding. Pendekatan seperti itu, lanjutnya, jelas keliru. Langkah pertama dan paling mendasar adalah mengakhiri pendudukan itu sendiri.

Jadi, meski menghormati pilihan Indonesia, Iran tetap pada pendiriannya. Perdamaian sejati, menurut mereka, harus dimulai dari penghentian penjajahan. Titik.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar