Menurut penuturannya, kedung itu bukanlah sungai. Airnya pun tak mengalir. Lebih tepat disebut jurangan sempit dengan tebing mengapit di kanan-kiri. Kedalamannya kira-kira seratus lima puluh sentimeter tidak terlalu dalam, tapi cukup untuk menghanyutkan mimpi-mimpi kecil.
"Ndak dalam sebetulnya. Bukan sungai, juga nggak ngalir, nggak lebar, cuma jurangan. Kanan kiri tebing. Kedalamannya sekitar 150 cm," ucap Suwarto, menggambarkan tempat itu dengan bahasa yang lugas.
Hingga saat ini, masih menjadi tanda tanya siapa yang pertama kali menemukan jasad anak-anak malang tersebut. Yang jelas, setelah dievakuasi, keempatnya dibawa ke balai desa. Waktunya sekitar pukul setengah satu siang.
Suasana di Sidoharjo tentu saja mencekam. Sebuah kedung yang biasanya sepi, tiba-tiba menjadi pusat perhatian yang pilu. Kisah empat bocah ini meninggalkan duka yang dalam bagi seluruh warga.
Artikel Terkait
Arus Balik H+2 Lebaran Picu Sistem Satu Arah 9 Jam di Jalur Puncak
Harga Emas Pegadaian Anjlom Signifikan, Emas 1 Gram Turun Rp71 Ribu
Menhub Imbau Pengusaha Logistik Patuhi Aturan Truk Saat Puncak Arus Balik Lebaran
China Desak Warganya Segera Tinggalkan Israel, Siapkan Evakuasi via Mesir