Operasi ini berawal dari penangkapan seorang kurir berinisial M di Aceh Timur, yang diduga bekerja atas perintah IB. Saat penangkapan, petani berhasil menyita 100 kilogram sabu yang disembunyikan di dalam sebuah mobil. Temuan ini kemudian membawa penyidik pada pengembangan kasus yang lebih luas.
"Jumlah barang bukti sebanyak 100 kilo tepatnya di daerah Peureulak (Aceh Timur). Sehingga pada saat itu sebagai pengendali yang namanya IB, kita minta bantuan dari BNNP Aceh untuk dilakukan pengejaran," jelas dia.
Dari penggiringan M, BNN berhasil mengungkap lokasi penyimpanan lain di Bireuen. Di lokasi tersebut, dua tersangka lain berinisial B dan A diamankan setelah petugas menemukan 60 kilogram sabu yang ditanam di dalam tanah di area sebuah kandang kambing.
"Ternyata yang bersangkutan bersama-sama dengan satu orang lagi namanya A menyimpan barang bukti sebanyak 60 kilo di bawah satu lokasi namanya kandang kambing, jadi ditanam di tanah," tuturnya.
Modus Baru dan Koneksi Sindikat Internasional
Dari total 160 kilogram sabu yang berhasil diamankan, petugas menemukan pola pengemasan yang berbeda dari biasanya. Narkoba tersebut dikemas rapi dalam bungkus yang menyerupai kemasan kopi komersial, sebuah modus yang dinilai baru dalam upaya penyelundupan.
"Bedanya kemasan yang selama ini rekan-rekan paham saat ini adalah ada kemasan kopi. Ini kemasan kopinya bertuliskan 'Guatemala Antigua', kalau yang selama ini sama-sama hijau kemasan teh, tapi yang kita tangkap ini ada kemasan baru yang setelah kita telusuri ternyata ini ada korelasinya dengan satu sindikat internasional jaringan Segitiga Emas (Golden Triangle)," ungkap Roy.
Temuan modus ini mengindikasikan kompleksitas jaringan dan upaya sindikat narkoba internasional untuk mengelabui aparat. BNN menyatakan komitmennya untuk terus mengejar semua pihak yang terlibat, dari tingkat kurir hingga pengendali di luar negeri, guna memutus mata rantai peredaran narkotika ilegal.
Artikel Terkait
Diaspora Indonesia di Swedia Rayakan Idulfitri Sederhana di Tengah Inflasi Tinggi
Kemacetan Parah Landa Jalur Nagreg, 107 Ribu Kendaraan Padati Jalur Mudik
423 Warga Binaan di Papua Terima Remisi Khusus Idulfitri
Ragunan Dikunjungi 67 Ribu Orang di H+1 Lebaran