Malam ini, jalur Nagreg di Kabupaten Bandung macet total. Antrean kendaraan mengular jauh, mulai dari turunan curam Cikaledong selepas perlintasan kereta api, terus memanjang hingga ke daerah Cagak Nagreg. Baik yang menuju Garut maupun Tasikmalaya, situasinya sama: padat merayap.
Menurut pantauan di lokasi hingga pukul tujuh malam, jalan penghubung vital ini masih sesak. Di Pos Pengamanan (Pospam) Cikaledong saja, antrean kendaraan tujuan Tasikmalaya via Limbangan terlihat masih tertahan cukup lama. Arus lalu lintas nyaris tak bergerak.
Data dari Dishub Kabupaten Bandung cukup mencengangkan. Hingga pukul 18.00 WIB, tercatat lebih dari 107 ribu kendaraan melintas lewat Nagreg menuju wilayah timur seperti Garut dan Tasikmalaya. Sementara itu, arus sebaliknya dari timur ke Bandung juga tak kalah ramai dengan sekitar 80 ribu kendaraan.
Kepala Bidang Pengembangan Transportasi setempat, Eric Alam Prabowo, menjelaskan bahwa kemacetan mulai terasa sejak sore hari. Menurutnya, ini adalah percampuran antara arus mudik lokal yang ternyata belum usai benar dengan gelombang wisatawan akhir pekan.
"Seperti prediksi, kepadatan ini memang terjadi karena masih ada arus mudik yang mayoritas mudik lokal dan bercampur dengan arus wisata sehingga terlihat arus lalu lintas mulai terjadi kepadatan kendaraan karena ada hambatan di Limbangan (arah Tasikmalaya) dan Kadungora (arah Kota Garut),"
Eric menambahkan, kemacetan makin menjadi karena arus balik sudah mulai bergerak. Kendaraan dari arah timur seperti Garut dan Tasikmalaya yang menuju Bandung turut menyumbang kepadatan yang signifikan.
"Ini juga faktor terkait dengan sudah mulai ramainya harus balik dari arah Garut, Tasikmalaya menuju Bandung. Yang tercatat sampai pukul 18.00 WIB ada sekitar 80 ribu kendaraan melintas, sehingga terjadi kepadatan,"
Namun begitu, Eric belum berani memastikan apakah angka hari ini bisa melampaui puncak arus mudik H-2 Lebaran lalu, yang mencapai 150 ribu kendaraan lebih dalam sehari.
"Ini kita masih pantau,"
Di sisi lain, pihak Dishub mengimbau keras kepada para pemudik dan pelancong. Cuaca ekstrem di wilayah Nagreg yang terkenal berbahaya dengan kontur jalan berbukit, tanjakan, dan turunan curam harus diwaspadai betul. Imbauannya jelas: hindari menggunakan sepeda motor dan manfaatkan saja fasilitas mudik gratis yang disediakan. Keselamatan harus jadi prioritas utama di tengah kemacetan yang seperti tak berujung ini.
Artikel Terkait
Bus ALS Tabrak Truk Tangki BBM di Musi Rawas Utara, 16 Tewas
Prabowo Perintahkan KSP Audit Kebocoran Program Makan Bergizi Gratis, Anggota DPR: Sinyal Tak Ada Toleransi Penyimpangan
Aliansi Ormas Laporkan Grace Natalie ke Bareskrim atas Unggahan Potongan Video Ceramah Jusuf Kalla
Pendiri Ponpes di Pati yang Diduga Cabuli 50 Santriwati Ditangkap Usai Kabur ke Luar Kota