PSIS Lepas Peluang Reuni dengan Carlos Fortes, Pilih Alberto Gonçalves

- Minggu, 22 Maret 2026 | 22:30 WIB
PSIS Lepas Peluang Reuni dengan Carlos Fortes, Pilih Alberto Gonçalves
PSIS dan Bayang-Bayang Fortes

SEMARANG Sepak bola itu aneh. Kadang, yang paling diingat justru hal-hal yang tidak dilakukan. Bukan gol yang tercipta, tapi peluang yang dibiarkan menguap. Bukan pemain yang didatangkan, tapi nama yang dibiarkan pergi begitu saja. Dari situlah biasanya penyesalan mulai tumbuh, pelan-pelan.

Manajemen PSIS Semarang barangkali sedang merasakan hal itu sekarang. Mereka bukan tidak tahu kualitas Carlos Fortes. Masalahnya, mereka pernah memilikinya di tangan, lalu melepasnya. Dan ketika ada kesempatan untuk membawanya kembali? Mereka memilih jalan lain.

Padahal, momennya sempat terbuka lebar.

Awal tahun 2026, Fortes menganggur. Kontraknya dengan Suzhou Dongwu FC habis pada 1 Januari. Dalam situasi seperti itu, negosiasi biasanya lebih cair. Klub punya ruang untuk menawar. Tapi PSIS malah mengambil opsi berbeda: Alberto Gonçalves.

Striker asal Brasil itu memang punya segudang pengalaman. Sayangnya, usianya sudah tidak muda lagi. Pilihan yang aman, mungkin. Tapi di tengah tekanan kompetisi yang makin sengit, apakah keputusan itu cukup?

Persaingan di Liga 2 sendiri tidak main-main. Lihat saja PSS Sleman. Mereka bergerak gesit, merangkai skuad yang kualitasnya nyaris setara tim Liga 1. Dalam iklim seperti ini, setiap langkah harus tepat. Satu kesalahan kecil, konsekuensinya bisa panjang.

Fortes sendiri sudah membuktikan diri di Indonesia. Musim 2021/2022 bersama Arema FC, ia jadi mesin gol sejati. Dua puluh gol dari 31 pertandingan. Itu bukan angka biasa.

PSIS pun pernah tergila-gila padanya. Mereka mengeluarkan kocek dalam-dalam untuk merekrut Fortes, berbarengan dengan kedatangan Taisei Marukawa. Saat itu, ambisi klub terlihat jelas: naik kelas.

Tapi performa pemain bisa naik-turun. Itu hukum alam sepak bola.

Musim 2022/2023, catatannya turun drastis: cuma tiga gol dari 17 laga. Memang ada perbaikan di musim berikutnya dengan 10 gol, tapi kepercayaan dirasakan sudah berkurang. Akhirnya, PSIS melepasnya. Keputusan yang waktu itu terlihat masuk akal.

Namun begitu, konteksnya sekarang sudah berubah total.

Ketika Fortes bebas transfer dan PSIS butuh penyelesaian masalah di depan gawang lawan, peluang untuk reuni itu sebenarnya terbentang. Bukan sebuah taruhan liar, melainkan opsi yang sudah punya track record di sini.

Tapi ya sudahlah. Sepak bola tidak mengenal kata "seandainya".

Kini, Fortes sudah menemukan rumah barunya di Vietnam, bersama Song Lam Nghe An FC. Babak baru untuknya. Sementara PSIS? Mereka harus berjuang dengan pilihan yang ada, tanpa striker yang dulu pernah jadi andalan itu.

Penyesalan, kalau pun ada, tidak akan menambah poin di klasemen. Ia cuma jadi cerita di belakang layar: tentang bagaimana sebuah keputusan bisa beresonansi jauh lebih lama dari yang kita kira.

Di Liga 2, setiap pertandingan seperti pertaruhan. Setiap peluang harus dimaksimalkan. Dan setiap pilihan, sekecil apa pun, punya bobot yang menentukan.

Mungkin PSIS tidak salah waktu melepas Fortes dulu.
Tapi dalam dunia sepak bola, yang benar kemarin, belum tentu jadi jawaban untuk hari ini.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar