Pertamina Naikkan Harga LPG Non-Subsidi, Tertinggi Capai Rp285 Ribu per Tabung 12 Kg

- Minggu, 19 April 2026 | 22:20 WIB
Pertamina Naikkan Harga LPG Non-Subsidi, Tertinggi Capai Rp285 Ribu per Tabung 12 Kg

Harga LPG Non-Subsidi Resmi Naik, Ini Rinciannya

Mulai hari ini, 18 April 2026, harga gas elpiji non-subsidi bakal lebih berat di kantong. PT Pertamina Patra Niaga secara resmi mengumumkan kenaikan ini melalui situs resminya. Kabar ini tentu jadi perhatian banyak kalangan, dari pedagang hingga rumah tangga yang mengandalkan tabung gas ukuran 12 kg dan 5,5 kg.

Untuk tabung 12 kilogram, harganya sekarang berkisar antara Rp208.000 sampai Rp285.000. Kenaikannya signifikan. Sementara itu, tabung ukuran 5,5 kg dibanderol mulai Rp100.000 hingga Rp134.000. Angka-angka ini jelas berbeda dari harga sebelumnya.

Namun begitu, harga terendah untuk ukuran 12 kg, yaitu Rp208.000, punya catatan khusus. Harga itu hanya berlaku di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam. Di luar itu, harganya jauh berbeda.

Sebagian besar wilayah padat penduduk seperti Jakarta, Banten, hingga Jawa Timur dan Bali, kini harus membayar Rp288.000 per tabung 12 kg. Lumayan tinggi, ya?

Di sisi lain, wilayah-wilayah di Sumatera seperti Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan sekitarnya dikenakan harga Rp230.000. Sedikit lebih ringan, tapi tetap saja naik.

Lalu, bagaimana dengan daerah lain? Untuk kawasan seperti Bangka Belitung, Kalimantan, hingga Sulawesi Utara dan Tenggara, harganya ditetapkan Rp238.000. Sementara harga tertinggi, Rp285.000, diberlakukan khusus untuk wilayah Maluku dan Jayapura. Perbedaan harga antar daerah ini cukup mencolok.

Nah, untuk tabung kecil 5,5 kg, penyesuaian juga terjadi. Di Jakarta dan sebagian besar Pulau Jawa, harganya sekarang Rp107.000. Wilayah Sumatera kebanyakan dijual Rp111.000 per tabung.

Kalau di Bangka Belitung dan hampir seluruh Kalimantan, harganya Rp114.000. Dan lagi-lagi, Maluku dan Jayapura mendapat harga paling mahal: Rp134.000 untuk tabung 5,5 kg. Bisa dibayangkan dampaknya bagi masyarakat di sana.

Kenaikan ini pasti akan mempengaruhi biaya hidup. Bagi yang bergantung pada LPG non-subsidi, pengeluaran bulanan dipastikan bertambah. Pertamina sendiri belum memberikan pernyataan lebih lanjut soal latar belakang penyesuaian harga ini secara detail. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar