Seorang siswa SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat, membawa sesuatu yang mengkhawatirkan ke sekolah: bom molotov. Insiden ini tentu saja langsung menimbulkan kehebohan. Polisi Daerah Kalbar pun turun tangan menyelidiki. Dan dugaan sementara mereka cukup mengejutkan. Ternyata, tekanan mental berat yang didapat dari masalah keluarga diduga menjadi pemicu utamanya.
Kapolda Kalbar, Irjen Pipit Rismanto, memberikan penjelasan. Dari pendalaman awal, timnya menemukan fakta bahwa kondisi keluarga pelaku sedang tidak baik-baik saja. Tekanan psikologis itu begitu berat menimpa sang anak.
"Secara keseharian di sekolah, anak ini berperilaku normal," ujar Pipit.
"Namun tekanan mental dari persoalan keluarga diduga menjadi faktor yang berkaitan dengan kejadian ini," tambahnya.
Menurut Pipit, sebenarnya anak tersebut sempat masuk dalam pemantauan polisi. Tapi, pengawasan itu tak berlangsung lama. Fokusnya buyar seiring dengan munculnya persoalan baru di dalam rumah tangganya sendiri.
Artikel Terkait
Erdogan dan Mitsotakis Siap Bertemu, Sementara Sengketa Aegea Masih Panas
Gubernur Banten Soroti Lemahnya Sosialisasi Antikorupsi di Kalangan ASN
Perundingan Nuklir AS-Iran Mendadak Pindah ke Oman
Gentengisasi: Dari Atap Rumah Hingga Kesehatan Bangsa