Beban Keluarga Picu Siswa SMP Bawa Bom Molotov ke Sekolah

- Rabu, 04 Februari 2026 | 12:50 WIB
Beban Keluarga Picu Siswa SMP Bawa Bom Molotov ke Sekolah

Seorang siswa SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat, membawa sesuatu yang mengkhawatirkan ke sekolah: bom molotov. Insiden ini tentu saja langsung menimbulkan kehebohan. Polisi Daerah Kalbar pun turun tangan menyelidiki. Dan dugaan sementara mereka cukup mengejutkan. Ternyata, tekanan mental berat yang didapat dari masalah keluarga diduga menjadi pemicu utamanya.

Kapolda Kalbar, Irjen Pipit Rismanto, memberikan penjelasan. Dari pendalaman awal, timnya menemukan fakta bahwa kondisi keluarga pelaku sedang tidak baik-baik saja. Tekanan psikologis itu begitu berat menimpa sang anak.

"Secara keseharian di sekolah, anak ini berperilaku normal," ujar Pipit.

"Namun tekanan mental dari persoalan keluarga diduga menjadi faktor yang berkaitan dengan kejadian ini," tambahnya.

Menurut Pipit, sebenarnya anak tersebut sempat masuk dalam pemantauan polisi. Tapi, pengawasan itu tak berlangsung lama. Fokusnya buyar seiring dengan munculnya persoalan baru di dalam rumah tangganya sendiri.

Di sisi lain, hasil penyelidikan lebih lanjut mengungkap detail yang memilukan. Kakek dan ayah dari siswa tersebut diketahui sedang sakit. Kondisi itu rupanya memberikan beban mental yang luar biasa, lalu berdampak langsung pada stabilitas kejiwaannya. Bisa dibayangkan, di usianya yang masih sangat muda, dia harus menanggung beban yang begitu berat.

Dengan pertimbangan itu semua, penanganan kasus ini tidak akan dipukul rata hanya dari kacamata hukum semata. Polisi lebih memilih untuk fokus pada upaya pembinaan. Mereka juga akan menelusuri akar masalahnya sampai tuntas, mengingat pelaku masih berstatus anak di bawah umur.

"Peristiwa ini menjadi perhatian kita bersama," tegas Pipit.

"Saat ini kami masih mendalami akar persoalan yang dialami anak tersebut."

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar