Di kompleks parlemen Senayan, Rabu (21/1) lalu, Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf yang akrab disapa Gus Irfan membuka data terbaru. Jumlah petugas haji yang direkrut dari jajaran TNI dan Polri tahun ini mencapai 183 orang. Angka itu melonjak drastis. Bayangkan, tahun sebelumnya hanya 75 personel. “Artinya kenaikannya hampir 100 persen lebih,” ujar Gus Irfan.
Menurutnya, seluruh petugas termasuk yang dari TNI-Polri sedang menjalani pelatihan intensif di asrama haji. Mereka digembleng untuk persiapan tugas nanti.
“Mayoritas ada di Linjam, Perlindungan Jamaah,” sebut Gus Irfan.
Namun begitu, penempatannya tak cuma di situ. Rupanya, personel tersebut juga akan disebar di sektor pelayanan lain. Misalnya, untuk mendampingi jemaah lansia atau mengurusi masalah konsumsi. Tujuannya jelas: agar layanan secara keseluruhan lebih maksimal dan merata.
“Kita ingin teman-teman TNI-Polri terwakili di berbagai layanan,” tambahnya.
Kebijakan penambahan ini bukan tanpa sebab. Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak sudah sempat menyebut bahwa presiden punya andil. Presiden Prabowo Subianto secara khusus memerintahkan penambahan petugas dari kedua institusi tersebut.
“Itu perintah Presiden. Kita tambah supaya mereka bisa bertugas lebih baik. Soalnya, petugas dari TNI dan Polri biasanya lebih prima. Keputusannya, kita akan tambah,” kata Dahnil di kompleks Istana, Kamis (4/12) lalu.
Jadi, tahun ini jemaah haji Indonesia akan didampingi lebih banyak personel militer dan polisi. Sebuah langkah yang diharapkan bisa meningkatkan kualitas pelayanan di tanah suci.
Artikel Terkait
Ribuan Guru Blokir Akses ke Stadion Azteca Jelang Pembukaan Piala Dunia 2026
Presiden Miliki Hak Prerogatif Perpanjang Usia Pensiun Kapolri, Wamenkum Tegaskan
Jadwal Salat DKI Jakarta Rabu 10 Juni 2026: Imsak Pukul 04.28, Magrib 17.48 WIB
Jadwal Salat Bandung Rabu 10 Juni 2026: Imsak Pukul 04.26, Subuh 04.36, dan Isya 18.58 WIB