SEMARANG Bursa transfer paruh musim Championship 2025/2026 benar-benar dimanfaatkan betul oleh PSIS Semarang. Tak tanggung-tanggung, mereka mendatangkan belasan pemain baru. Dan kini, Laskar Mahesa Jenar kembali memperkenalkan satu amunisi lagi untuk memperdalam skuadnya.
Adalah Muhamad Hidayat, gelandang bertahan 29 tahun asal Bontang, yang resmi diboyong. Ia datang dari PSMS Medan dengan status pinjaman. Langkah ini jelas untuk mengokoh lini tengah yang selama ini mengandalkan Delfin Rumbino.
“Kami kembali memperkenalkan pemain baru, M. Hidayat, yang berposisi sebagai gelandang bertahan,” ujar Asisten Manajer PSIS, Reza Andhika.
“Kedatangannya memberi kita opsi tambahan di lini tengah. Mudah-mudahan dia bisa cepat beradaptasi, soalnya kan skuad kita sekarang penuh dengan wajah-wajah baru hasil perombakan besar ini.”
Nama Muhamad Hidayat sebenarnya sudah tak asing lagi. Ia punya jam terbang tinggi di level teratas sepak bola Indonesia. Karakternya dikenal pekerja keras, disiplin, dan punya kedewasaan bermain yang bagus.
Puncak kariernya dihabiskan bersama Persebaya Surabaya. Berseragam Bajul Ijo, pria ini tampil dalam 161 pertandingan. Bisa dibilang, dia adalah salah satu sosok yang cukup lekat dengan klub Kota Pahlawan itu.
Musim ini, setelah berpisah dengan Persebaya, Hidayat membela PSMS Medan di Championship. Namun, sebelum paruh musim berakhir, dia memutuskan menerima tawaran pinjaman dari PSIS. Menurut sejumlah pihak di internal klub, pengalaman dan mental bertandingnya jadi nilai lebih yang dicari.
Di sisi lain, Hidayat sendiri terlihat antusias dengan tantangan barunya ini.
“Saya senang bisa bergabung ke PSIS. Saya sudah tahu kualitas PSIS sejak dulu,” katanya.
“Semoga saya bisa memberikan kontribusi maksimal untuk tim di sisa musim ini.”
Dengan kedatangan Hidayat, ambisi PSIS di paruh kedua musim semakin jelas. Mereka tak cuma menambah tubuh, tapi juga memburu pengalaman dan ketenangan di lapangan. Dua hal itulah yang seringkali jadi pembeda saat tekanan datang menghadang. Targetnya jelas: tampil lebih stabil dan kompetitif.
Laskar Mahesa Jenar sepertinya serius betul. Perombakan besar-besaran ini adalah pernyataan sikap. Tinggal menunggu waktu, apakah semua potongan puzzle yang baru itu bisa menyatu dengan cepat.
Artikel Terkait
Chelsea Kalahkan Leeds di Semifinal Piala FA, Calum McFarlane Akhiri Tren Buruk
Mbappe Cedera, Real Madrid Khawatirkan Keikutsertaannya di El Clasico
Persija Jakarta Bangkit, Hajar Persis Solo 4-0 dan Kembali ke Jalur Perebutan Gelar
Bali United Hajar PSM Makassar 2-0, Irfan Jaya Jadi Mimpi Buruk Kampung Halaman