Massa BEM UI Terhambat di Halte Tosari, Gagal Capai Bundaran HI untuk Aksi Demo

- Jumat, 12 Juni 2026 | 15:20 WIB
Massa BEM UI Terhambat di Halte Tosari, Gagal Capai Bundaran HI untuk Aksi Demo

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) belum berhasil mencapai kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, sebagai lokasi utama aksi demonstrasi mereka. Hingga Jumat siang, massa masih tertahan di sekitar Halte Tosari dan menyampaikan aspirasi dari titik tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah aparat gabungan tampak berjaga di sejumlah ruas jalan menuju Bundaran HI. Para mahasiswa membawa poster berisi tuntutan dan atribut aksi, serta sesekali meneriakkan yel-yel yang menjadi ciri khas gerakan mereka. Kepadatan massa juga menyebabkan lalu lintas di sekitar lokasi mengalami kemacetan. Jalur TransJakarta yang digunakan peserta aksi ikut terdampak, karena armada tersebut terhenti akibat dipenuhi oleh para demonstran.

Sebelumnya, rombongan mahasiswa berangkat dari kampus UI di Depok menggunakan dua unit bus. Namun, mereka tertahan di depan Gedung DPR RI, Senayan. Setelah itu, massa memilih untuk melanjutkan perjalanan dengan long march menuju Bundaran HI.

Di sisi lain, sejumlah mahasiswa UI yang tergabung dalam rombongan berbeda telah tiba lebih awal di Bundaran HI. Mereka datang secara terpisah dari kelompok utama. Salah seorang mahasiswa yang sudah berada di lokasi, Diallo, mengungkapkan situasi yang dihadapi rekan-rekannya.

“Ya, kami berdua dari mahasiswa biasa sebenarnya. Tapi kami datang secara terpisah dan info terbaru hingga saat ini seluruh teman-teman kami masih ditahan, masih diblokade, masih dicegat oleh pihak kepolisian di daerah sekitar DPR. Jadi kami belum bisa memulai demo aksi di Bundaran HI, karena memang kami akan tetap melakukan di sini. Kami tidak akan berpindah ya. Tapi sayang sekali hingga saat ini polisi masih melakukan blokade terhadap kami,” kata Diallo.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar