Pendapatan Blue Bird Tembus Rp2,97 Triliun di Semester I-2026

- Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:50 WIB
Pendapatan Blue Bird Tembus Rp2,97 Triliun di Semester I-2026

PT Blue Bird Tbk (BIRD) membukukan pendapatan sebesar Rp2,97 triliun pada Semester I-2026, tumbuh 11,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini ditopang oleh kinerja seluruh lini bisnis seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia.

Direktur Utama Blue Bird, Andre Djokosoetono, mengungkapkan bahwa perseroan juga mencatatkan EBITDA sebesar Rp714 miliar dan laba bersih Rp323,8 miliar. Capaian tersebut, menurut dia, mencerminkan ketahanan model bisnis Blue Bird di tengah ketidakpastian geopolitik, kenaikan biaya energi dan operasional, volatilitas nilai tukar rupiah, serta persaingan industri yang semakin ketat.

"Pada periode ini, Blue Bird membukukan pendapatan sebesar Rp2,97 triliun, tumbuh 11,3 persen dibandingkan semester pertama tahun lalu, dengan EBITDA mencapai Rp714 miliar dan laba bersih sebesar Rp323,8 miliar," ujarnya.

Dia menambahkan, diversifikasi layanan dan eksekusi operasional yang konsisten membuat perseroan mampu menjaga kinerja yang sehat sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang. Karena itu, Blue Bird akan terus memperkuat investasi di setiap lini bisnis, meningkatkan kualitas operasional, serta mengembangkan sumber daya manusia untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.

Strategi tersebut tercermin dari komposisi pendapatan, di mana layanan taksi masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 69 persen terhadap total pendapatan dan tumbuh 11,4 persen secara tahunan. Sementara itu, layanan non-taksi yang meliputi shuttle, rental, bus, dan layanan mobilitas lainnya menyumbang sekitar 31 persen dari total pendapatan.

"Kami percaya kekuatan Blue Bird terletak pada kemampuan menghadirkan berbagai solusi mobilitas yang saling melengkapi," ujarnya.

Pertumbuhan bisnis juga didukung oleh peningkatan produktivitas armada, penguatan kinerja di berbagai wilayah operasional, serta optimalisasi kanal digital. Di segmen non-taksi, layanan shuttle melalui Cititrans menjadi bisnis dengan pertumbuhan tercepat berkat peningkatan armada, optimalisasi rute, dan tingginya mobilitas masyarakat selama libur sekolah. Sementara itu, Bigbird tetap mencatatkan kinerja solid dari permintaan segmen korporasi dan perjalanan rombongan, sedangkan bisnis rental tumbuh didukung permintaan yang stabil.

Selain memperkuat layanan mobilitas, perseroan terus mengoptimalkan pengelolaan siklus hidup armada melalui penjualan kendaraan eks-operasional yang telah direkondisi sesuai standar Blue Bird. Langkah tersebut dinilai mampu mengoptimalkan nilai aset sekaligus memenuhi tingginya permintaan kendaraan bekas berkualitas.

"Memasuki paruh kedua tahun ini, kami akan terus memperkuat portofolio dengan layanan baru, meningkatkan produktivitas armada, serta menjalankan operasional secara disiplin agar dapat terus menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan pelanggan," ujarnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags