Penjualan Trisula Textile Tembus Rp330 Miliar di Semester I 2026

- Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Penjualan Trisula Textile Tembus Rp330 Miliar di Semester I 2026

PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) membukukan kinerja solid pada paruh pertama 2026. Penjualan perseroan mencapai Rp330,0 miliar, naik 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih pun melonjak signifikan menjadi Rp13,0 miliar.

Pertumbuhan ini ditopang oleh lini bisnis manufaktur yang masih menjadi tulang punggung utama. Segmen ini membukukan penjualan Rp188,4 miliar, tumbuh 13,7 persen, dengan kontribusi sebesar 43 persen terhadap total penjualan konsolidasi.

Di posisi kedua, segmen distribusi mencatat pertumbuhan solid sebesar 24 persen dengan perolehan Rp105,9 miliar, berkontribusi 24 persen terhadap penjualan. Peningkatan ini mencerminkan kuatnya saluran distribusi perseroan dalam menyerap permintaan pasar di tengah dinamika rantai pasok industri tekstil.

Sementara itu, segmen seragam mencatat pertumbuhan tertinggi pada periode ini. Penjualan segmen ini melonjak 323 persen menjadi Rp66,4 miliar, dari sebelumnya hanya Rp15,7 miliar pada semester I-2025. Capaian ini mencerminkan meningkatnya permintaan dari sektor korporasi maupun instansi swasta atau pemerintah, yang mendorong pemesanan seragam dalam skala besar.

Adapun segmen retail masih menghadapi tantangan tekanan daya beli masyarakat. Akibatnya, sepanjang semester I-2026, lini bisnis retail membukukan penjualan Rp75,3 miliar.

Di tengah dinamika pada segmen retail, pertumbuhan agresif dari segmen seragam dan manufaktur mampu menopang kinerja perseroan. Kinerja tersebut mencerminkan keberhasilan strategi diversifikasi bisnis dari hulu ke hilir, yang mampu menjaga pertumbuhan di tengah dinamika pasar retail.

"Kami sangat optimistis terhadap keberlanjutan kinerja positif BELL ke depan. Inovasi berkelanjutan menjadi salah satu strategi kami untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika industri tekstil," kata Direktur Utama PT Trisula Textile Industries Tbk, Karsongno Wongso Djaja dalam keterangan resmi, Rabu (5/8/2026).

Selain didorong oleh kinerja lini bisnis utama, kinerja solid periode ini juga didukung oleh efektivitas strategi operasional yang berhasil dijalankan perseroan. Laba operasional mencapai Rp22,4 miliar atau tumbuh 20,3 persen, mencerminkan efisiensi yang terus ditingkatkan di tengah dinamika industri tekstil.

Salah satu strategi efektivitas yang terus dijalankan BELL adalah melalui peremajaan mesin secara aktif. Perseroan menyiapkan belanja modal (capex) sebesar Rp21 miliar pada tahun ini, dengan Rp16 miliar di antaranya dialokasikan untuk peningkatan permesinan pada segmen manufaktur. Sisa alokasi capex dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan riset dan pengembangan (R&D) melalui Trisula Innovation Center (TIC).

Melalui TIC, BELL tidak hanya memperluas inovasi produk, tetapi juga memperkuat kolaborasi dengan pelanggan dalam mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan spesifik serta dinamika pasar. Kehadiran TIC juga mendorong terbentuknya segmen pasar baru, sehingga perseroan dapat menjangkau peluang yang lebih terarah sekaligus mengembangkan kerja sama yang berpotensi menjadi sumber pertumbuhan penjualan.

Melalui strategi efektivitas produksi lewat peremajaan mesin, inovasi yang terus dilakukan melalui TIC, serta integrasi bisnis yang terintegrasi, BELL optimistis kinerja positif akan terus berlanjut hingga akhir tahun. Perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 8 persen pada tahun ini dapat tercapai, didukung oleh perbaikan permintaan pada paruh kedua tahun ini.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags