Seorang siswa SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat, membawa sesuatu yang mengkhawatirkan ke sekolah: bom molotov. Insiden ini tentu saja langsung menimbulkan kehebohan. Polisi Daerah Kalbar pun turun tangan menyelidiki. Dan dugaan sementara mereka cukup mengejutkan. Ternyata, tekanan mental berat yang didapat dari masalah keluarga diduga menjadi pemicu utamanya.
Kapolda Kalbar, Irjen Pipit Rismanto, memberikan penjelasan. Dari pendalaman awal, timnya menemukan fakta bahwa kondisi keluarga pelaku sedang tidak baik-baik saja. Tekanan psikologis itu begitu berat menimpa sang anak.
"Secara keseharian di sekolah, anak ini berperilaku normal," ujar Pipit.
"Namun tekanan mental dari persoalan keluarga diduga menjadi faktor yang berkaitan dengan kejadian ini," tambahnya.
Menurut Pipit, sebenarnya anak tersebut sempat masuk dalam pemantauan polisi. Tapi, pengawasan itu tak berlangsung lama. Fokusnya buyar seiring dengan munculnya persoalan baru di dalam rumah tangganya sendiri.
Artikel Terkait
Kabulkan Permohonan Keluarga, KPK Alihkan Yaqut Cholil Qoumas ke Tahanan Rumah
Muse Umumkan Album Baru The Wow! Signal dengan Peluncuran Tablet ke Angkasa
Tony Popovic Umumkan Skuad Australia untuk FIFA Series, Siapkan Langkah Menuju Piala Dunia 2026
Presiden Prabowo Apresiasi Pemulihan Pasca Bencana Aceh Tamiang yang Hampir Tuntas