Ia melihat eskalasi konflik global belakangan ini makin mengkhawatirkan. Situasinya berpotensi menyeret dunia ke dalam konflik yang lebih luas dan berbahaya. Karena itu, menurut Raizal, kehati-hatian dalam diplomasi bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan.
“Situasi dunia hari ini bergerak ke arah yang tidak sehat. Banyak konflik bersenjata, ketegangan antarnegara besar, dan polarisasi global,” ujarnya.
“Kita tentu berharap Indonesia dan dunia tidak terseret ke arah konflik global yang lebih luas.”
Harapannya, Indonesia bisa tetap menjaga posisi yang bermartabat. Berpijak pada politik luar negeri bebas-aktif yang sudah jadi pilar, dan konsisten memperlakukan Palestina sebagai subjek perdamaian yang punya hak penuh atas tanah, rakyat, serta kedaulatannya sendiri.
Di akhir pembicaraan, Raizal berharap dialog antara presiden dan ormas Islam seperti ini bisa terus berlanjut. Sebagai ruang musyawarah untuk saling memahami.
“Kami berharap Allah SWT senantiasa melindungi Presiden, bangsa Indonesia, dan perjuangan rakyat Palestina dari berbagai turbulensi global yang sedang terjadi,” tutup Raizal.
Artikel Terkait
Surat Terakhir Bocah SD di Ngada: Uang untuk Buku yang Tak Pernah Terbeli
Warga Jonggol Dikhawatirkan Hanyut Saat Cari Besi di Sungai Cipamingkis
Seif Al-Islam Khadafi Tewas Diserbu Komando di Kediamannya
DPRD Se-Indonesia Protes Pemotongan Dana Transfer ke Daerah