Dalam keterangan tertulisnya, Tito menyampaikan duka yang mendalam. Rasa kehilangan itu ia sampaikan bukan hanya sebagai pribadi, melainkan juga mewakili seluruh keluarga besar Kementerian Dalam Negeri. "Kami menyampaikan turut berduka sedalamnya," tuturnya.
Bagi Tito yang juga mantan Kapolri, kepergian Meriyati Hoegeng adalah kehilangan besar. Ia mengenang mendiang sebagai sosok inspiratif yang kerap diundang dalam acara-acara penting Polri. Figur sang suami, Jenderal Hoegeng, juga disebutnya sebagai panutan yang terus menginspirasi generasi muda hingga kini.
Di sisi lain, kehadiran Tito dan rombongan di rumah duka sore itu terasa sangat personal. Bukan sekadar kunjungan protokoler, tapi lebih seperti seorang anak bawang yang datang melayat untuk menghormati orang tua yang sangat dihargainya.
Ia pun mengakhiri dengan doa. Harapannya sederhana namun penuh makna: semoga almarhumah ditempatkan di sisi terbaik Tuhan Yang Maha Kuasa. Sebuah penutup yang menghentak hening, mengingatkan semua yang hadir pada warisan keteladanan yang ditinggalkan oleh sang istri legenda.
Artikel Terkait
Masjid At-Thohir di Los Angeles Jadi Pusat Ibadah dan Perekat Diaspora Indonesia
Mantan Menag Yaqut Jalani Pemeriksaan Kesehatan, Tunggu Keputusan Kembali ke Rutan
Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Genjot Digitalisasi dalam 5 Tahun
Arus Balik Mudik Mulai Padati Jalan Alternatif Cibubur