Target Swasembada Picu Vertigo, Mentan Amran Ungkap Perjuangan di Balik Angka Beras

- Rabu, 07 Januari 2026 | 15:20 WIB
Target Swasembada Picu Vertigo, Mentan Amran Ungkap Perjuangan di Balik Angka Beras

JAKARTA – Tekanan untuk memenuhi target swasembada pangan ternyata berdampak langsung pada kesehatan sang Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Di tengah pengumuman capaian sektor pertanian di Karawang, Rabu (7/1/2026), Amran terbuka mengaku sempat menderita vertigo dan asam lambung. Penyebabnya jelas: beban kerja yang tak main-main.

Target yang terus dipangkas waktunya menjadi pemicu utamanya. Awalnya, swasembada dicanangkan empat hingga lima tahun ke depan. Lalu, dipersingkat jadi tiga tahun. Tekanannya sudah luar biasa. Namun, ketika kemudian diminta tercapai hanya dalam satu tahun, tekanan itu meledak. “Saat target menjadi satu tahun, kami vertigo, sampai asam lambung,” ujarnya.

Amran dengan jujur mengakui, pencapaian ini mustahil diraih sendirian.

“Izin Bapak Presiden, kami bukan kerja sendiri. Kalau sendirian, saya pasti tidak capai apa yang kita lihat hari ini. Alhamdulillah hari ini sudah mulai sembuh dan recovery kembali,” kata Amran.

Di sisi lain, kerja keras itu membuahkan hasil yang cukup konkret. Amran memaparkan, produksi beras nasional di tahun 2025 lalu berhasil mencapai angka 34 juta ton. Stok beras kita pun dalam kondisi kuat, bahkan sangat kuat. Saat ini berada di level 3,2 juta ton, dan pernah menyentuh 4 juta ton. Angka ini, menurutnya, lebih tinggi dibanding saat Indonesia dulu mendapat penghargaan dari FAO.

Soal stok, peran Bulog disebutnya krusial. Mentan pun optimis, dengan penyerapan yang terjaga, Indonesia berpeluang buka sejarah baru.

“Kalau bisa. Izin Bapak Presiden, yang penting Bulog izinnya dan serapannya, 3 bulan ke depan sama saja 2025. Aku tidak minta lebih. Sama saja. Hampir pasti kita lakukan ekspor tahun ini. Dan itu sejarah pertama Indonesia,” tuturnya.

Tak cuma beras. Ada kabar baik juga dari komoditas gula. Pemerintah memastikan tidak akan ada impor gula putih pada tahun 2026 ini. Produksi tebu, dengan kontribusi signifikan 50% dari PTP di Jawa Timur, sedang dioptimalkan.

Menutup pernyataannya, Amran menegaskan bahwa swasembada ini adalah buah kerja kolektif. “Sekali lagi swasembada ini adalah kerja terbaik Kabinet Merah Putih dari gagasan besar Bapak Presiden Republik Indonesia dan seluruh penyuluh petani Indonesia. Terima kasih,” pungkasnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar