Ada secercah harapan untuk Masjid Al Huda di Pedukuhan Gari, Wonosari, Gunungkidul. Kisahnya sempat pilu: bangunan yang sudah dibongkar, lalu donatur yang menjanjikan dana ternyata menghilang begitu saja. Tapi, rupanya ceritanya tidak berakhir di situ. Kini, sumbangan dari berbagai pihak mulai mengalir, menghidupkan kembali semangat warga.
Di lokasi, aktivitas sudah terlihat. Warga bersama para pekerja sibuk menyiapkan talud, struktur penahan tanah yang menjadi fondasi pertama. Pekerjaan ini adalah langkah awal sebelum cakar ayam dibangun.
Rewang Dwi Atmojo, seorang sesepuh berusia 72 tahun, mengakui rasa kecewa itu sempat menyelimuti. Namun, perasaan itu justru berubah jadi pendorong.
Menurut Dwi, warga tak tinggal diam. Mereka aktif menggalang dana, salah satunya dengan menyebarkan proposal ke mana-mana. Upaya itu ternyata tak sia-sia.
Dana Mengalir, Semangat Kian Kuat
Tholabi, warga lainnya, membenarkan bahwa pengumpulan dana menunjukkan progres yang menggembirakan. “Yang kita pegang hampir Rp 100 juta hari ini,” katanya. Angka itu tentu masih jauh dari total kebutuhan yang diprediksi mencapai Rp 1,8 miliar. Tapi, bagi warga, itu adalah modal awal yang sangat berarti untuk memulai. Mereka optimis, masjid dua lantai dengan basement serbaguna itu akan berdiri sesuai desain yang diimpikan.
Artikel Terkait
Grup True Crime di Medsos Rekrut 70 Anak Indonesia untuk Ideologi Ekstrem
Keterangan Ahli Goyahkan Gugatan CMNP ke Hary Tanoe
Prabowo Ungkap Godaan Sogok dan Target MBG 2026 di Tengah Sawah Karawang
Paradoks Kebahagiaan Indonesia: Peringkat Dunia yang Bertolak Belakang