Nah, untuk mencegah kejadian serupa terulang, petugas langsung bergerak cepat. Mereka memasang barrier sebagai tanggul darurat sekaligus penghalang luapan air.
Upaya pemulihan pun digarap serius oleh Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) bersama PT Marga Mandalasakti. Mereka membangun tanggul sementara di sisi jalan menggunakan geobag dan Movable Concrete Barrier (MCB). Panjang penanganannya sekitar 300 meter.
Kini, kondisi sudah berangsur pulih. Kepala BBWS C3, Dedi Yudha Lesmana, dalam keterangannya Selasa (3/2/2026), menyatakan ruas tol vital itu sudah bisa dilalui dengan aman.
"Ruas Tol Tangerang-Merak yang menjadi akses vital mobilisasi barang dan penumpang antara Pulau Jawa dan Sumatera telah kembali pulih. Semua golongan kendaraan sudah bisa lewat dengan aman," kata Dedi.
Sebuah solusi darurat yang diharapkan bisa menjadi tameng, setidaknya sampai musim hujan benar-benar usai.
Artikel Terkait
Tragedi Ponorogo: Diduga Bunuh Ibu Kandung, Pemuda Kabur dan Hilang di Laut Gunung Kidul
Direktur BUMN Warga Asing Juga Wajib Lapor Harta ke KPK
Mantan Menteri Kehakiman China Divonis Seumur Hidup Atas Suap Rp 330 Miliar
Pendaftaran SNBP 2026 Dibuka, Siswa Berebut Kuota Lewat Jalur Prestasi