Harga Emas Naik 2%: Dampak Pemangkasan Suku Bunga The Fed & Kesepakatan AS-China

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 07:45 WIB
Harga Emas Naik 2%: Dampak Pemangkasan Suku Bunga The Fed & Kesepakatan AS-China

Harga Emas Naik Hampir 2% Usai The Fed Pangkas Suku Bunga dan Kesepakatan AS-China

Harga emas menunjukkan penguatan signifikan dengan kenaikan hampir 2 persen pada Kamis (30/10/2025). Kenaikan harga emas ini didorong oleh dua faktor utama: keputusan Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga dan ketidakpastian implementasi kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan China.

Data Harga Emas Terkini

Harga emas spot tercatat naik 1,9 persen ke level USD 4.003,62 per ons. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup 0,4 persen lebih tinggi pada posisi USD 4.015,9 per ons.

Pengaruh Kesepakatan AS-China Terhadap Emas

Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana penurunan tarif terhadap China dari 57 persen menjadi 47 persen. Namun, pasar meragukan substansi kesepakatan ini. Jeffrey Christian, Managing Partner CPM Group, mengungkapkan bahwa pasar mulai kehilangan optimisme setelah menyadari kesepakatan dagang AS-China tersebut cukup hampa.

Dampak Kebijakan The Fed pada Harga Emas

The Fed resmi memangkas suku bunga sesuai ekspektasi pasar, namun memberikan sinyal bahwa ini mungkin menjadi penurunan terakhir tahun ini. Kebijakan suku bunga rendah ini membuat emas sebagai safe haven asset semakin menarik bagi investor.

Proyeksi Harga Emas 2026

Wells Fargo Investment Institute meningkatkan target harga emas akhir tahun 2026 ke kisaran USD 4.500 hingga USD 4.700 per ons. Kenaikan proyeksi ini didasarkan pada analisis ketidakpastian geopolitik dan kebijakan perdagangan global yang diperkirakan akan terus mendukung permintaan emas.

Performa Logam Mulia Lainnya

Selain emas, logam mulia lainnya juga menunjukkan kinerja positif:
- Perak spot naik 2,7% menjadi USD 48,81 per ons
- Platinum menguat 1,2% ke level USD 1.604,38
- Paladium meroket 3,4% menjadi USD 1.447,08

Dengan berbagai faktor fundamental yang masih mendukung, prospek harga emas ke depan tetap optimis di tengah ketidakpastian ekonomi global dan kebijakan moneter yang akomodatif.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar