Bernie Sanders Serang Sikap Trump Soal Venezuela: "Ini Arogan dan Berbahaya"
Washington, D.C.
Lewat sebuah postingan di media sosial, Senator Bernie Sanders tak ragu melancarkan kritik pedas. Sasaran utamanya? Donald Trump dan sikap agresifnya terhadap Venezuela. Menurut Sanders, ucapan dan langkah-langkah Trump belakangan ini bukan cuma sembrono. Mereka berpotensi memicu konflik yang lebih luas dan benar-benar mengancam stabilitas global.
Intinya sederhana tapi tegas: Presiden Amerika Serikat, kata Sanders, tidak punya hak untuk secara sepihak membawa negara ke dalam peperangan. Tindakan semacam itu, tegasnya, adalah pelecehan. Baik terhadap Konstitusi AS sendiri maupun hukum internasional yang berlaku.
Catatan Redaksi: Pernyataan sikap Senator Sanders dapat disimak dalam video pernyataannya.
Lalu ada pernyataan Trump yang ingin "menjalankan" Venezuela. Sanders menolaknya mentah-mentah. Ia menyebutnya arogan dan berbahaya. Apalagi, sasarannya adalah negara berdaulat yang sedang terpuruk oleh krisis politik dan ekonomi yang parah.
Karena itu, Sanders mendesak Kongres. Ia mendorong agar War Powers Resolution segera disahkan. Tujuannya jelas: menghentikan operasi militer yang ia nilai ilegal, dan mengembalikan kewenangan soal perang ke tangan legislatif. Tempat yang seharusnya.
"Serangan terhadap Venezuela tidak akan membuat dunia lebih aman. Sama sekali tidak. Malah sebaliknya, ini membuka preseden yang sangat berbahaya."
Begitu kira-kira peringatan Sanders. Menurutnya, langkah seperti ini bisa jadi alasan bagi negara lain untuk menyerang negara berdaulat. Dalihnya bisa macam-macam: menguasai sumber daya alam atau menggulingkan pemerintahan yang tak disukai.
Ia bahkan menarik paralel yang cukup menohok. Logika intervensi Trump, katanya, mirip dengan dalih yang dipakai Rusia saat menyerang Ukraina. Pendekatan yang mengandalkan kekuatan militer, menurut Sanders, cuma akan memperbesar konflik. Risiko perang global pun meningkat.
Di sisi lain, Sanders juga menyoroti wacana dari kubu Trump yang ingin menghidupkan kembali Doktrin Monroe. Termasuk pembicaraan terbuka soal penguasaan cadangan minyak Venezuela salah satu yang terbesar di dunia. Bagi Sanders, ini adalah imperialisme yang terang-terangan. Sebuah pengulangan sejarah kelam intervensi AS di Amerika Latin.
Di akhir kritiknya, Sanders mengalihkan sorotan ke dalam negeri. Ia menyentil kegagalan Trump menangani persoalan domestik. Mulai dari krisis layanan kesehatan, biaya hidup yang melambung, sampai ancaman hilangnya lapangan kerja karena teknologi.
Pesan akhirnya jelas: seharusnya Trump fokus mengurus masalah di rumah, bukan sibuk dengan petualangan militer di luar negeri. Singkatnya, menurut Sanders, Trump gagal menjalankan Amerika Serikat. Jadi, untuk apa mencoba mengendalikan negara lain?
Artikel Terkait
Petani Muda di Luwu Utara Jadi Korban Pembusuran saat Cari Pelaku yang Serang Adiknya, Dua Orang Diamankan
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Sulawesi Selatan Siang Ini
Presiden Prabowo Tiba di Paris, Akan Salat Idul Adha Bersama WNI di Prancis
Kebakaran Hanguskan Rumah Produksi Tahu Goreng di Asahan, Tidak Ada Korban Jiwa