Migrant Center UI Diresmikan, Kolaborasi Empat Pilar untuk Daya Saing Pekerja Migran

- Senin, 02 Februari 2026 | 19:05 WIB
Migrant Center UI Diresmikan, Kolaborasi Empat Pilar untuk Daya Saing Pekerja Migran

Peran perguruan tinggi, dalam pandangannya, jadi krusial. Migrant Center diharapkan bisa menciptakan standardisasi kompetensi yang sesuai dengan tuntutan industri modern di luar negeri. Tak sekadar wacana, tapi implementasi nyata.

Di sisi lain, kerja sama dengan pemerintah daerah punya peran spesifik. MoU dengan Wali Kota Depok, misalnya, difokuskan pada penguatan basis data dan perlindungan keluarga pekerja migran di wilayah penyangga ibu kota. Sementara dengan Sukabumi, arahannya pada optimalisasi kantong-kantong pemberangkatan melalui edukasi dan pengawasan ketat di tingkat lokal.

"Ini adalah kerja keroyokan," tutur Mukhtarudin, menggambarkan semangat kolaborasi itu.

Peluncuran ini kebetulan selaras dengan tema Dies Natalis UI: 'UI Unggul Impactful, Fondasi Mandiri, Akselerasi Dampak'. Mukhtarudin melihatnya sebagai momentum yang tepat.

"Kita ingin riset UI tidak hanya berhenti di perpustakaan, tapi menjadi fondasi mandiri bagi perlindungan pekerja kita," ucapnya.

Harapannya, kolaborasi empat pihak ini bisa menjadi proyek percontohan. Sebuah model yang nantinya bisa diadopsi daerah-daerah lain di Indonesia. Dengan kampus sebagai motor penggerak riset dan pelatihan, serta pemerintah daerah sebagai garda terdepan, ia yakin ekosistem perlindungan yang utuh dari hulu ke hilir bukanlah hal mustahil.

"Semoga UI terus menjadi motor penggerak pembangunan Indonesia yang inklusif," pungkasnya.


Halaman:

Komentar