Tragedi Alvaro: Tersangka Pilih Tenjo karena Kenal Medan

- Selasa, 25 November 2025 | 11:10 WIB
Tragedi Alvaro: Tersangka Pilih Tenjo karena Kenal Medan
Kasus Alvaro: Kronologi dan Motif

Kasus Alvaro: Kronologi dan Motif

Polisi mengungkap alasan tersangka berinisial AI memilih kawasan Tenjo di Bogor sebagai lokasi untuk membuang jasad anak tirinya, Alvaro Kiano Nugroho yang masih berusia enam tahun. Ternyata, daerah itu bukanlah tempat asing baginya. AI diketahui sering bolak-balik ke sana karena memiliki keluarga.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo, memberikan penjelasan kepada para wartawan pada Selasa (25/11/2025).

"Kenapa dibuang ke Tenjo? Saya jawab bahwa ada salah satu kerabat dari tersangka ini yang tinggal di sana," ujarnya.

"Jadi, dia sudah bolak-balik, memang pengakuan dari tersangka ini sudah bolak-balik untuk ke Tenjo," lanjut Ardian.

Dengan kata lain, AI sudah hapal betul medan di sekitar Tenjo. Dia mencari spot yang sepi dan dirasa aman untuk menyingkirkan bukti kejahatannya. Pencariannya akan lokasi yang sunyi itu akhirnya berujung pada sebuah tempat pembuangan sampah di bawah sebuah jembatan.

"Dia tahu lokasi mana yang sepi untuk membuang di sana. Dan akhirnya memilih salah satu tempat yang mana di jembatan itu dibuang, almarhum dibuang jenazah dalam bentuk plastik itu di bawah jembatan itu," tuturnya lagi.

Peristiwa nahas ini berawal ketika Alvaro diculik pada 6 Maret 2025 di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan. Saat diculik, dikabarkan bocah malang itu menangis histeris tanpa henti. Tangisannya yang tak kunjung reda diduga memicu pelaku untuk membekapnya hingga tak lagi bernapas.

Setelah nyawa Alvaro melayang, AI kemudian membungkus jasad korban dengan plastik. Baru tiga hari setelah kematiannya, jasad tersebut dibawa dan dibuang dengan niat menghilangkan semua jejak.

Ironisnya, pelaku utama dalam kasus ini, AI, kini juga telah meninggal dunia setelah diduga mengakhiri hidupnya sendiri.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar