Menjembatani Peradaban, Menggapai Harapan
Proyek di Lubuk Agung ini sebenarnya adalah bagian dari gerakan yang lebih besar. Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, menyebutnya sebagai komitmen Polri untuk menghadirkan keadilan akses. Ini adalah tindak lanjut langsung instruksi dari pimpinan tertinggi negara dan Polri untuk membuka isolasi daerah terpencil.
"Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini bentuk pelaksanaan kegiatan kolaborasi kita dengan masyarakat. Polri hadir bergandengan tangan dengan Pemda," tegas Herry Heryawan di Pekanbaru, Rabu pekan lalu.
Berdasarkan asesmen tim Polda Riau, fakta di lapangan memang memprihatinkan. Banyak wilayah terputus aksesnya karena jembatan rusak. Responsnya, Satgas akan menangani 26 titik jembatan tersebar di seluruh Riau. Rinciannya, 17 unit jembatan baru dengan total panjang 463 meter, dan 9 unit lagi akan direnovasi dengan total panjang 263 meter.
Bagi sang Kapolda, ini lebih dari sekadar proyek fisik. Ada nilai keadilan yang sedang diperjuangkan.
"Ada keadilan yang harus kita bangun di situ," ujarnya.
Ia menekankan, anak-anak di pedalaman berhak bersekolah dengan aman, sama seperti anak kota. Saudara-saudara di daerah terpencil pun berhak merasakan fasilitas yang sama baiknya. Itulah harapan yang coba diwujudkan, satu jembatan demi satu jembatan.
Artikel Terkait
Pekerja Renovasi Jembatan Rumpin Hilang Tercebur ke Sungai Cisadane
Israel Ancam Hentikan Operasi MSF di Gaza Soal Daftar Staf
Sambutan Hangat di Abu Dhabi, Megawati Ditanya: Lebih Sayang Anak atau Cucu?
Indonesia Kecam Serangan Israel di Gaza: Pelanggaran Gencatan Senjata yang Memicu Kembalinya Mimpi Buruk