Di Desa Lubuk Agung, Kecamatan XIII Koto Kampar, dentang palu dan deru mesin kini jadi musik latar yang akrab. Memasuki awal Februari, progres renovasi jembatan vital di desa itu menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Tiang-tiang penyangga utamanya sudah mulai berdiri kokoh, menandai babak baru dalam upaya mempercepat pembangunan infrastruktur pedesaan yang terus digesa oleh Polres Kampar.
Jembatan ini bukan sembarang jembatan. Dengan panjang 18 meter dan lebar 3,6 meter, ia adalah urat nadi penghubung warga di RT 001 RW 001 Dusun I. Kalau putus, mobilitas warga langsung lumpuh. Makanya, renovasinya mendapat perhatian serius. Hingga saat ini, sudah tujuh tiang yang terpasang dengan kokoh sebagai fondasi utama. Empat di antaranya adalah hasil kerja keras pekan terakhir.
Kapolres Kampar, AKBP Boby Ramadhan Putra Sebayang, menjelaskan detail teknis pengerjaannya.
"Saat ini fokus kami ada pada pengeboran besi plat bordes dan besi UMP 8," ujarnya, Sabtu lalu.
Material itu, katanya, disiapkan khusus untuk rangka dan penahan lantai jembatan. Tujuannya jelas: agar struktur itu kuat menahan beban kendaraan yang melintas nanti.
Yang menarik, polisi di sini tidak cuma mengawasi. Mereka turun langsung. Personel Satgas Darurat Jembatan bahu-membahu memindahkan material-material berat ke titik terdekat lokasi. Langkah ini ternyata efektif memangkas waktu distribusi dan mendongkrak kecepatan konstruksi. Sinergi di lapangan terasa betul.
Di sisi lain, kehadiran mereka juga punya efek ganda: selain mempercepat pekerjaan, situasi keamanan dan ketertiban di sekitar lokasi pun terjaga. Para pekerja bisa lebih fokus tanpa gangguan.
Pihak kepolisian menegaskan, setiap tahap renovasi akan dipantau ketat dan dilaporkan secara berkala. Standar keselamatan adalah harga mati. Hingga berita ini ditulis, aktivitas di lokasi masih berjalan lancar, tetap dalam pengawalan personel Polsek setempat. Harapannya besar: begitu jembatan selesai, roda ekonomi dan mobilitas sosial warga Lubuk Agung bisa kembali normal, bahkan lebih lancar dari sebelumnya.
Artikel Terkait
Pekerja Renovasi Jembatan Rumpin Hilang Tercebur ke Sungai Cisadane
Israel Ancam Hentikan Operasi MSF di Gaza Soal Daftar Staf
Sambutan Hangat di Abu Dhabi, Megawati Ditanya: Lebih Sayang Anak atau Cucu?
Indonesia Kecam Serangan Israel di Gaza: Pelanggaran Gencatan Senjata yang Memicu Kembalinya Mimpi Buruk