Di balik semangat di Desa Belimbing, ada instruksi besar yang mendorongnya. Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, menyebut ini sebagai bentuk komitmen Polri. Komitmen untuk keadilan akses. Langkah ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, untuk membuka akses di daerah terpencil.
"Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini adalah bentuk pelaksanaan kegiatan kita kolaborasi dengan masyarakat," tegas Irjen Herry di Pekanbaru, Rabu (28/1).
"Polri hadir bergandengan tangan dengan Pemda-Pemda."
Ceritanya bermula dari asesmen tim Polda Riau. Mereka menemukan fakta memprihatinkan: banyak wilayah terputus karena kondisi jembatan yang nyaris runtuh. Sebagai respons, dibentuklah Satgas Darurat. Sasaran mereka ambisius: menangani 26 titik jembatan yang tersebar di seluruh Riau.
Rinciannya, ada 17 unit jembatan yang akan dibangun baru dengan total panjang 463 meter. Sembilan unit lainnya akan direnovasi, dengan total panjang 263 meter. Angka-angka itu, bagi Herry Heryawan, bukan sekadar statistik proyek.
Ada prinsip keadilan di dalamnya. Ia bersikeras, anak-anak di pedalaman berhak merasakan keselamatan dan kemudahan yang sama seperti anak kota ketika berangkat sekolah.
"Ada keadilan yang harus kita bangun di situ," ucapnya.
"Bahwa saudara-saudara kita di daerah juga berhak memiliki dan merasakan fasilitas yang sama baiknya dengan tempat lain."
Jembatan di Desa Belimbing mungkin hanya satu dari puluhan titik. Tapi bagi warga di sana, ini adalah satu-satunya penghubung menuju kehidupan yang lebih baik. Sebuah jembatan harfiah yang juga menjadi jembatan harapan.
Artikel Terkait
Tebing Ambrol di Jasinga, Lalu Lintas Bogor Terganggu
Bamsoet Soroti Vault Museum Cafe sebagai Destinasi Baru Sejarah Otomotif Jakarta
Mantan Sekjen Pordasi DKI Tewas Usai Disiksa Berhari-hari di Rumah Tersangka
Pasar Modal Gemetar, Prabowo Berjanji Perbaiki Tata Kelola Jelang Tenggat MSCI