Lalu dia memberikan penekanan dengan data yang mencengangkan. Keterlambatan seminggu saja, menurutnya, bakal berimbas pada penurunan produktivitas. "Dan apabila dinasionalkan, itu merugikan 100 triliun," imbuhnya. Kerugian sebesar itu jelas jadi alarm yang keras.
Dengan nada tegas, Kapolri menegaskan komitmen institusinya. Polri, kata dia, siap membantu pemerintah mewujudkan roadmap pangan yang dicanangkan Presiden. Bukan cuma swasembada, tapi lebih jauh: posisi Indonesia sebagai lumbung padi dunia.
"Dan ini tentunya kami dari jajaran institusi Polri berterima kasih, dan kami akan melaksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya," sambungnya.
Perintah pun langsung dititahkan. Sigit meminta seluruh jajarannya mengawal proses distribusi pupuk. Tujuannya agar produktivitas petani optimal dan target swasembada pangan bisa tercapai secara maksimal. Itu perintah langsung yang tak boleh ditawar.
Acara penting ini dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci. Tampak hadir Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman beserta Wamentan Sudaryono, dan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud. Dari pihak perusahaan, ada Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi.
Nuansa lokal juga kental dengan kehadiran Sultan Kutan Kartanegara ing Martadipura ke-XXI Adji Mohammad Arifin dan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. Kapolda Kaltim Irjen Endar Priantoro dan Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul juga turut mendampingi, melengkapi kerangka kolaborasi yang digaungkan hari itu.
Artikel Terkait
Kaesang Optimistis PSI Bisa Meledak, Asal Kader Tak Lelah Konsisten
Kaesang Bocorkan Jadwal Kehadiran Bapak J di Rakernas PSI
Dua Puskesmas di Aceh Masih Layani Pasien di Luar Gedung
Uni Eropa Siap Cap IRGC Iran sebagai Organisasi Teroris