Penyidik KPK kembali sibuk memanggil sejumlah saksi. Kali ini, mereka mendalami kasus dugaan suap untuk mengempiskan nilai pajak di KPP Madya Jakarta Utara. Dari tujuh belas orang yang dipanggil hari ini, menariknya, tiga di antaranya berprofesi sebagai konsultan.
Mengapa konsultan jadi sorotan? Juru bicara KPK Budi Prasetyo punya penjelasannya. Menurutnya, penyidik sedang menelusuri peran mereka dalam proses tawar-menawar nilai Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang harus ditanggung PT Wanatiara Persada.
"Pemeriksaan terhadap para konsultan ini untuk mendalami peran apa saja yang mereka mainkan dalam negosiasi," ujar Budi kepada awak media di gedung KPK, Selasa (27/1/2026).
"Awalnya, nilai pajak yang ditetapkan untuk PT WP itu mencapai Rp 75 miliar. Tapi setelah melalui beberapa kali negosiasi yang melibatkan petugas pajak, wajib pajak, dan konsultan sebagai perantara angka itu anjlok drastis," lanjutnya.
Budi menerangkan lebih detail, "Turunnya sampai ke angka Rp 15,7 miliar. Atau kalau pakai hitungan 'all in' yang sudah mencakup uang untuk petugas pajak, jadi sekitar Rp 23,7 miliar."
Nah, peran konsultan ternyata tak cuma sampai di meja negosiasi. Penyidik juga menduga mereka terlibat dalam penyiapan uang yang bakal diserahkan ke fiskus.
"Diduga, PT WP membuat transaksi fiktif. Uang dari transaksi itulah yang kemudian dicairkan dan disiapkan untuk diberikan kepada petugas pajak dan konsultan menjadi perantaranya," tutur Budi.
Di sisi lain, KPK juga memeriksa jajaran petinggi PT Wanatiara Persada, mulai dari pimpinan hingga level direktur. Fokusnya pada sejauh apa pengetahuan mereka soal penentuan tarif PBB perusahaan mereka sendiri.
"Penyidik ingin tahu, seberapa krusial peran individu pimpinan PT WP dalam proses negosiasi dan pemberian suap kepada fiskus," kata Budi menegaskan.
Daftar Lengkap Saksi
Secara keseluruhan, ada 17 nama yang masuk dalam daftar panggilan KPK hari ini. Mereka berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari konsultan, pegawai perusahaan, hingga aparatur sipil negara. Berikut ini daftarnya:
Erika Augusta, Direktur PT Niogayo Bisnis Konsultan
Muhammad Amin, Staf PT Niogayo Bisnis Konsultan
Yurika, Staf Bagian Keuangan PT Wanatiara Persada
Suherman, Pimpinan PT Wanatiara Persada
Alexander Victor Maleimakuni, S.Si,.Mm, Pegawai Negeri Sipil
Arif Wibawa, Pegawai Negeri Sipil
Budiono, Pegawai Negeri Sipil
Cholid Mawardi, Pegawai Negeri Sipil
Dwi Kurniawan, Pegawai Negeri Sipil
Heru Tri Noviyanto, Pegawai Negeri Sipil
Widanarko, Kepala Seksi Peraturan PBB I
Johan Yudhya Santosa, Konsultan
Dessy Eka Putri, Kasubdit Kepatuhan Dan Pengawasan Wajib Pajak DJP
Muhammad Hasan Firdaus, Pegawai KPP Madya Jakarta Utara
Pius Suherman Wang, Karyawan Swasta
Chang Eng Thing, Direktur PT. Wanatiara Persada
Aried Yanuar, Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal Pajak
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi