Malam Penentuan di Hotel Sultan: Rapat Pleno PBNU Perkuat Supremasi Syuriyah

- Selasa, 09 Desember 2025 | 22:35 WIB
Malam Penentuan di Hotel Sultan: Rapat Pleno PBNU Perkuat Supremasi Syuriyah

Malam itu, di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, suasana terasa berbeda. Rapat pleno PBNU untuk menetapkan Pejabat Ketua Umum digelar tertutup, jauh dari sorotan publik. Menariknya, Menteri Agama Nasaruddin Umar yang juga Syuriyah PBNU, hadir tepat pukul 21.21 WIB.

Ia langsung disambut Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul. Keduanya berpelukan hangat sebelum akhirnya masuk ke dalam ruang rapat yang sudah penuh.

Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, membuka acara dengan doa. Tak lupa, para peserta menyampaikan duka mendalam untuk korban bencana di Aceh, Sumut, hingga Sumbar. Baru setelah itu, rapat inti dimulai.

Dalam sambutannya, Miftachul bicara blak-blakan. Ia menegaskan bahwa malam itu adalah proses penting yang harus dilalui.

"Alhamdulillah malam ini sebagaimana, adalah malam rapat pleno sebagai proses-proses yang harus kita lewati. Sebagaimana awal kita sampaikan bahwa Syuriyah adalah merupakan owner daripada NU. Dan periode ini menjadi sebuah tekad bersama untuk menguatkan supremasi daripada Syuriyah," ujar Miftachul.

Nada bicaranya tegas. Ia lalu menyinggung pengalamannya di Jawa Timur, di mana menurutnya posisi Syuriyah kerap 'dimbujuki' atau dipengaruhi oleh Tanfidizyah. Hal inilah yang ingin diperkuat kembali lewat rapat pleno malam itu.

"Yang mana pada periode-periode sebelumnya yang saya ketahui di Jawa Timur biasanya Syuriyah ini sering dimbujuki Tanfidizyah, ini pengalaman saya di Jawa Timur. Syuriyah selalu dimbujuki Tanfidizyah," tambahnya.

Menjaga supremasi Syuriyah, kata dia, adalah hal mutlak. Meski begitu, Miftachul tak menampik akan ada yang keberatan. "Mungkin masih ada keinginan untuk melakukan," ujarnya, merujuk pada pihak-pihak dari tubuh Tanfidizyah.

Selain Gus Ipul dan Menag, rapat penting ini juga dihadiri sejumlah tokoh kunci. Khofifah Indar Parawansa hadir, begitu pula Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur), Mohammad Nuh, dan Muhammad Cholil Nafis. Dari jajaran Rais Aam, tampak Afifuddin Muhadjir dan Anwar Iskandar, sementara Wakil Ketua Umum KH Zulfa Mustofa juga tak absen.

Suasana makin tegang namun khidmat. Rapat pleno yang menentukan pengganti Yahya Cholil Staquf ini berjalan tanpa bocoran ke luar. Semua mata tertuju pada keputusan yang akan lahir dari balik pintu tertutup hotel mewah di Jakarta Pusat itu.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar