Untuk ketiga kalinya tahun ini, The Fed memutuskan memangkas suku bunga acuan. Rabu (10/12) waktu setempat, bank sentral AS itu menurunkan Fed Fund Rate sebesar 25 basis poin, ke level 3,50-3,75 persen. Angka itu jadi yang terendah sejak akhir 2022.
Langkah ini, menurut sejumlah analis, adalah respons terhadap kondisi pasar tenaga kerja yang mulai menunjukkan kelelahan. Tanda-tandanya mulai bermunculan: pertumbuhan lapangan kerja yang seret, lalu angka pengangguran di kalangan anak muda dan kelompok minoritas yang merangkak naik.
Dalam konferensi persnya, Ketua The Fed Jerome Powell mencoba memberikan penjelasan.
"Data penting dari pemerintah federal untuk beberapa bulan terakhir memang belum keluar. Tapi, dari data yang sudah ada, baik dari sektor publik maupun swasta, prospek untuk lapangan kerja dan inflasi belum banyak berubah sejak rapat kami di Oktober," ujarnya.
Artikel Terkait
DAAZ Gandeng Raksasa Global Garap Baterai Kendaraan Listrik
Harga Emas Antam Anjlok Rp260 Ribu per Gram dalam Sehari
Direktur BCA Borong Saham Rp2,1 Miliar di Tengah Kepanikan Pasar
Pefindo Beri Sinyal Hijau untuk DEWA, Tapi Ada Catatan di Baliknya