Jalur Padang-Bukittinggi Siap 24 Jam untuk Mudik Lebaran 2026

- Rabu, 18 Maret 2026 | 03:40 WIB
Jalur Padang-Bukittinggi Siap 24 Jam untuk Mudik Lebaran 2026

Menjelang Lebaran 2026, pemerintah mengklaim ruas jalan nasional di Sumatera Barat sudah siap menampung gelombang pemudik. Fokus utama ada di koridor Padang–Bukittinggi, jalur vital yang melewati kawasan berbahaya seperti Lembah Anai dan Sitinjau Lauik. Kabar baiknya, Kementerian PU memastikan jalur di Lembah Anai kini bisa dilalui kendaraan sepanjang hari, tanpa batasan waktu. Padahal sebelumnya, ruas itu sempat dibatasi operasionalnya karena masih dalam tahap perbaikan pascabencana.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan upaya percepatan penanganan di sejumlah titik rawan terus dilakukan. Tujuannya jelas: agar perjalanan mudik masyarakat berlangsung aman dan nyaman.

“Kami pastikan penanganan pada titik-titik rawan, seperti Lembah Anai dan Sitinjau Lauik, terus dipercepat agar masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman,”

kata Dody dalam keterangan resminya, Selasa lalu.

Lalu, bagaimana progres nyata di lapangan? Untuk ruas Padang–Bukittinggi, pekerjaan difokuskan di titik-titik yang pernah terdampak bencana. Selama periode H-10 hingga H 10 Lebaran nanti, jalur ini akan beroperasi 24 jam penuh. Progres fisik di Lembah Anai sendiri dikabarkan sudah mencapai 44 persen. Yang cukup signifikan, pekerjaan pondasi bore pile-nya bahkan sudah menyentuh angka 78 persen. Meski belum seratus persen selesai, jalur ini tetap akan dibuka untuk melayani arus mudik.

Tak cuma itu, Jembatan Kembar Margayasa juga akan dioptimalkan fungsinya untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas.

Di sisi lain, kondisi agak berbeda terlihat di jalur Sitinjau Lauik. Di sana, pembangunan flyover masih berlangsung. Nah, untuk mengakalinya, BPJN Sumatera Barat melakukan rekayasa teknis. Caranya dengan menggeser pembatas (barrier) ke arah drainase, sehingga ruang untuk kendaraan tetap lega selama musim mudik. Langkah ini diharapkan bisa menjaga kapasitas jalan tetap memadai.

Persiapan juga melibatkan kesiapsiagaan peralatan. Kementerian PU menyiagakan puluhan unit alat berat tepatnya 40 unit untuk mengantisipasi gangguan darurat. Mulai dari longsor, pohon tumbang, sampai hal-hal tak terduga lain yang berpotensi mengganggu perjalanan pulang kampung masyarakat.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler