Warga Bandung Barat Terpaksa Gotong Royong Angkut Pasien dengan Tandu Bambu karena Akses Jalan Tak Layak

- Rabu, 17 Juni 2026 | 18:45 WIB
Warga Bandung Barat Terpaksa Gotong Royong Angkut Pasien dengan Tandu Bambu karena Akses Jalan Tak Layak

Sebuah video yang memperlihatkan seorang pasien harus diangkut menggunakan tandu darurat berbahan bambu dan tali tambang viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Cipicung, RT 01/RW 03, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, tepat menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-19 daerah itu.

Dalam rekaman yang beredar, tampak sejumlah warga bergotong-royong membawa Rina Fitri Yulianti, 39, menyusuri jalan setapak menuju ambulans. Perempuan yang baru menjalani operasi sepekan sebelumnya itu harus ditandu sejauh lebih dari 500 meter karena kendaraan roda empat tidak bisa menjangkau rumahnya.

Ketua RW 03 Kampung Cipicung, Setiawan, membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, kondisi Rina mendadak memburuk setelah jahitan pascaoperasinya diduga kembali terbuka, sehingga ia harus segera mendapatkan penanganan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

“Betul, Senin kemarin harus digotong sampai tempat ambulans parkir. Jalan ini tidak bisa dilewati kendaraan roda empat,” kata Setiawan saat dihubungi awak media, Rabu, 17 Juni 2026.

Setiawan mengungkapkan bahwa kondisi serupa bukan kali pertama terjadi. Warga setempat kerap mengandalkan tandu darurat untuk membawa pasien maupun ibu yang hendak melahirkan akibat buruknya akses jalan.

“Ini sudah sering terjadi, bahkan saat ada warga melahirkan pun harus ditandu seperti ini,” ujarnya.

Setiawan mengaku sudah berulang kali mengusulkan perbaikan dan pembukaan akses jalan kepada pihak terkait. Namun, hingga kini belum ada realisasi yang dirasakan warga.

“Kami sudah minta agar jalan bisa dilalui mobil, tapi belum ada jawaban. Semoga viralnya kejadian ini menjadi perhatian serius pemerintah,” sahut Setiawan.

Ia pun berharap Pemerintah Kabupaten Bandung Barat segera memperbaiki infrastruktur agar memudahkan masyarakat beraktivitas. “Ya saya mah berharap cepat-cepat diperbaiki, karena kita juga kan warga Bandung Barat,” tandasnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler