Ini bukan kali pertama bulan ini. Catatan menunjukkan, ini adalah peluncuran rudal kedua yang dilakukan Korut sepanjang Januari. Sebelumnya, mereka juga melakukan tembakan rentetan rudal. Waktunya cukup menarik: hanya beberapa jam sebelum Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung berangkat ke China untuk sebuah pertemuan puncak.
Di sisi lain, aksi ini juga terjadi di tengah gelombang diplomasi yang padat. Baru sehari sebelumnya, Seoul kedatangan tamu penting dari Washington. Elbridge Colby, pejabat tinggi Pentagon, berkunjung dan memberikan pujian.
Dalam pertemuannya, Colby menyebut Korea Selatan sebagai "sekutu teladan".
Jadi, di balik hiruk-pikuk peluncuran rudal, ada dinamika lain yang berjalan. Pujian dari sekutu utama, kunjungan ke negara tetangga besar, dan kemudian ledakan di langit. Semuanya seperti bagian dari sebuah pola yang sudah terlalu sering kita saksikan.
Artikel Terkait
Anggaran Pasca Bencana Dikritik, Komisi V Desak PU Bentuk Direktorat Khusus
MA Usulkan Penambahan Hakim Agung, Usia Pensiun 70 Tahun Jadi Opsi
Dua Pemuda Diamankan di Apartemen Thamrin, Vape Sintetis Jadi Modus Baru
Sespimti Polri Bantu Korban Longsor Cisarua dengan Bahan Pokok dan Perlengkapan Tidur