“Lalu lintas itu cermin budaya bangsa. Perilaku kita di jalan itu representasi peradaban,” tegasnya. “Makanya, patuh dan tertib itu kunci keselamatan. Itu yang utama.”
Dia lalu menjabarkan kelebihan ETLE Drone. Pengawasan jadi lebih luas, responsif, dan yang penting, objektif. Interaksi langsung antara petugas dan warga yang minim justru dianggap bisa menjaga akuntabilitas penindakan.
Menjelang Operasi Keselamatan dan persiapan Mudik Lebaran 2026, Korlantas berusaha menyeimbangkan segalanya. Kecanggihan mesin penting, tapi sisi humanis lebih penting lagi. Agus mewanti-wanti, teknologi secanggih apapun tak akan ada artinya tanpa kepercayaan publik.
“Teknologi cuma alat. Tujuan utamanya kan kepercayaan masyarakat,” jelasnya. “Kami ingin sistem ini benar-benar dirasakan adil, transparan, dan utamanya untuk menyelamatkan jiwa.”
Di akhir arahannya, Agus mengingatkan seluruh jajarannya untuk tak lupa pada pelayanan. Ramah, tapi tetap tegas.
“Komitmen kita kan melayani dengan profesional. Ingat pesan ini: ‘Senyum Polantas adalah Marka Utama’,” pungkas Agus.
Artikel Terkait
KPK Periksa Mantan Kepala Balai Teknik Perkeretaapian, Kasus DJJA Kian Melebar
Noel Buka Suara: Ada Partai Berhuruf K di Balik Kasus Sertifikasi K3
Ahok Buka Suara Soal Dugaan Pelanggaran Ekspor-Impor Minyak di Pertamina
Saan Mustopa Santai Tanggapi Eksodus Kader NasDem ke PSI