Langkah Trump ini bisa jadi pertanda pergeseran pendekatan. Soalnya, Homan dikenal lebih condong ke operasi yang terarah dan spesifik. Berbeda dengan metode razia dadakan yang lebih disukai Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, yang kerap menimbulkan ketakutan.
Tekanan juga datang dari dalam. Sejumlah senator Partai Republik mulai bersuara, menyerukan penyelidikan mendalam atas penembakan-penembakan itu. Mereka minta ada kerja sama dengan otoritas lokal.
Namun begitu, di tengah desakan untuk penyelidikan, Trump justru kembali mengulang klaim lamanya. Ia menyebut dugaan penipuan oleh imigran Somalia di Minnesota narasi yang sering dianggap bernuansa rasis.
Tak berhenti di situ. Presiden itu juga menyebut nama Ilhan Omar, anggota Kongres Demokrat keturunan Somalia pertama.
Katanya, Departemen Kehakiman dan Kongres sedang "meneliti" keuangan Omar. Tapi, ya itu, tidak ada detail atau bukti konkret yang diajukan. Pernyataan itu begitu saja melayang, menambah suasana yang sudah panas.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Ingatkan Menteri: Open House Lebaran Jangan Berlebihan
Novel Baswedan Desak Pengungkapan Dalang Penyerangan Air Keras terhadap Andrie Yunus
Operasi Ketupat 2026 Dimulai, Arus Jalan Hari Pertama Masih Terkendali
Menko Hukum dan HAM: Penyiraman Aktivis KontraS Serangan terhadap Demokrasi