Jelasnya. Ia kemudian menyambung,
Di sisi lain, persoalan pembiayaan juga mengemuka. Isu tentang iuran yang harus dibayar sebagai anggota dewan mulai beredar. Menanggapi hal ini, Utut mengaku bahwa hingga detik ini, belum ada alokasi dana khusus dalam APBN untuk misi tersebut.
Katanya merinci. Tapi ia tak menutup kemungkinan untuk mencari sumber pembiayaan lain di kemudian hari.
Jadi, meski komandonya ada di tangan AS, Indonesia berkeras untuk tetap pada jalur misi perdamaian. Soal biaya, masih dicari celahnya. Yang jelas, langkah ini diharapkan bukan sekadar euforia diplomatik, tapi benar-benar membawa manfaat, baik untuk nama bangsa di kancah global maupun untuk rakyat di dalam negeri.
Artikel Terkait
Kabel Fiber Optik Menjerat Leher, Dua Pemotor Terluka di Cibinong
Wali Kota Depok Turun Langsung, Bangunan Liar di Situ Tujuh Muara Dibongkar
Gus Alex Bungkam Usai Diperiksa KPK Soal Kasus Kuota Haji
Kemendikdasmen Salurkan Bantuan Triliunan Rupiah untuk Guru dan Sekolah Terdampak Banjir Sumatera