Sebuah kolaborasi yang cukup menarik sedang dipersiapkan. Trinity Entertainment Network, bersama Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST) dan Indonesia Kaya, akan menghadirkan "Musikal Perahu Kertas". Ini bukan sembarang pertunjukan, melainkan adaptasi panggung dari novel legendaris Dee Lestari yang sudah melekat di hati banyak pembaca.
Bagi Trinity Entertainment Network, ini adalah debut mereka di dunia musikal. Mereka mengusung tema "Hidupkan Lagi Mimpi-Mimpi". Yonathan Nugroho, sang CEO, mengungkapkan bahwa pementasan ini adalah langkah baru perusahaan untuk memperluas ruang kreatif. "Setelah sukses dengan lagu Perahu Kertas yang jadi salah satu karya paling populer dari label kami, menghadirkan musikal ini adalah wujud nyata mimpi kami," katanya dalam konferensi pers di Galeri Indonesia Kaya. Suasana saat itu terasa penuh semangat. "Sebagai pendatang baru, keberanian kami juga tumbuh karena dorongan Indonesia Kaya yang telah lama membangun ekosistem seni pertunjukan di sini," imbuhnya, menyempurnakan penjelasan.
Di sisi lain, Dee Lestari menyambut gembira rencana ini. Bagi sang penulis, ini adalah momen bersejarah karena untuk pertama kalinya karyanya diadaptasi ke dalam bentuk musikal. Ia berharap kisah Kugy dan Keenan bisa kembali menyentuh hati penonton, persis seperti ketika cerita itu pertama kali dibaca. “Hingga saat ini, Perahu Kertas menjadi salah satu karya saya yang paling banyak dibaca. Saya berharap versi musikal ini dapat mengajak penonton berani hidupkan lagi mimpi-mimpi mereka,” tutur Dee.
Kolaborasi Musik, Sastra, dan Teater
Pertunjukan ini mempertemukan tiga dunia: musik, sastra, dan teater. Hasilnya? Satu pengalaman yang dijanjikan penuh emosi dan energi. Di balik layar, proses produksi hingga kelancaran acara ditangani oleh para produser berpengalaman: Billy Gamaliel, Eunike Elisaveta, dan Chriskevin Adefrid.
"Kami ingin menghadirkan panggung yang bukan hanya indah dilihat, tapi juga menggugah hati penonton," ujar Billy. Visi itu kemudian diwujudkan dengan melibatkan sejumlah nama besar. Naskahnya ditulis oleh Widya Arifianti, sementara urusan sutradara dan koreografi dipercayakan kepada Venytha Yoshiantini.
Dari sisi musik, ada sentuhan istimewa dari komposer Ifa Fachir dan Simhala Avadana yang menciptakan komposisi orisinil. Semuanya diperkaya lagi lewat arahan musik Nathania Karina dan penataan musik Ivan Tangkulung. Penonton juga akan disuguhkan sejumlah lagu populer yang pasti sudah tak asing lagi. Sebut saja "Perahu Kertas", "Milyaran Manusia", "Dua Manusia", "Tahu Diri", hingga "Laut Amat Indah".
Secara keseluruhan, musikal ini akan membawa penonton mengikuti perjalanan Kugy dan Keenan. Dua karakter utama yang berusaha menemukan jati diri, menerima kenyataan pahit, dan tentu saja, mengejar mimpi-mimpi mereka.
Kugy, dengan darah seninya, sadar bahwa realita tak selalu indah. Dia pun memilih untuk menciptakan dongeng sebagai zona nyamannya. Sementara Keenan, si pelukis muda jenius, hidup di bawah bayang-bayang ekspektasi sang ayah. Dia terus berjuang mencari celah untuk bebas mengekspresikan dirinya, meski dunia seakan menuntutnya menjadi orang lain.
Pertunjukan Musikal Perahu Kertas rencananya digelar cukup lama, dari 30 Januari hingga 15 Februari 2026, di Ciputra Artpreneur, Jakarta. Total ada 21 show yang bisa dipilih penonton. Kabar baiknya, tiket untuk umum sudah bisa dibeli mulai 19 November 2025 pukul 12.00 siang. Harganya? Untuk pre-sale dimulai dari Rp 209.000. Cukup terjangkau untuk sebuah pertunjukan musikal yang dijanjikan spektakuler.
Artikel Terkait
KPK Periksa Bupati Muara Enim Nonaktif Usai OTT Suap Pengaturan Temuan BPK
Danantara Tetapkan Tiga Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Bekasi, Bogor, dan Denpasar sebagai Proyek Strategis Nasional
Timnas Indonesia Sempurna di FIFA Matchday, Lima Pemain Jadi Motor Kemenangan
Jalur Pansela Tulungagung Rampung, Konektivitas Pesisir Selatan Jawa Timur Makin Terhubung