Namun begitu, tugas para relawan tidak berhenti di urusan kesehatan fisik saja. Ada aspek lain yang juga mendapat perhatian serius: pemulihan trauma atau trauma healing. Upaya ini khususnya ditujukan untuk membantu korban bencana, terutama anak-anak, agar bisa sedikit demi sedikit pulih dari ketakutan.
"Kita juga lakukan trauma healing, cukup banyak sekitar 30 setiap batch kita kirim. Itu psikiater-psikiater klinis untuk bisa menghibur anak-anak yang ada di sana,"
tambahnya.
Secara keseluruhan, jumlah tenaga kesehatan yang telah diterjunkan ke lapangan mencapai angka yang cukup signifikan. Budi menyebutkan, sekitar 6.100 orang telah dikirim dengan sistem rotasi. Mereka tak hanya berdiam di posko pengungsian, tetapi juga menjangkau desa-desa yang masih terisolasi akibat dampak bencana.
"Ada 6.100 kita sudah kirim. Ini muter setiap dua minggu. Jadi sekarang sudah turun ke 500-600-an, selalu ada di sana ya. Kita taruh untuk melayani posko-posko pengungsian dan juga desa-desa yang terisolir,"
pungkas Menkes.
Artikel Terkait
Polres Metro Tangerang Kota Sediakan Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
KARA Raih Tiga Penghargaan Nilai Pelanggan dari Survei Konsumen di Enam Kota
Mendes PDTT Desak Pembaruan Data Tunggal untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kapolda Riau Dianugerahi Maklumat Hari Ekosistem Atas Komitmen Green Policing