"ETLE bukan semata menindak pelanggaran," tegas mantan Wakapolda Jateng ini. Fokusnya justru lebih besar: membangun budaya tertib dan yang paling utama, menjaga keselamatan jiwa pengguna jalan. Dengan dukungan drone, pengawasan diharapkan bisa lebih presisi.
Menjelang Operasi Ketupat 2026 nanti, target Korlantas cukup ambisius. Mereka ingin porsi penegakan hukum digital mencapai angka yang sangat tinggi, hingga 95 persen. Sisa lima persennya untuk tilang manual. Kebijakan ini sengaja diambil agar sisi humanis kepolisian lebih menonjol saat melayani arus pemudik.
"Cara bertindaknya adalah kita dekat dengan masyarakat, bukan penegakan hukum yang kita kedepankan," papar Agus.
Di akhir penjelasannya, Irjen Agus menegaskan kembali komitmennya. Inovasi akan terus digalakkan.
"Inilah komitmen Polri yakni menjaga keselamatan, menegakkan hukum, dan melayani masyarakat dengan cara yang humanis dan profesional," pungkasnya.
Artikel Terkait
Miliano Jonathans Dipastikan Absen Hingga Akhir 2026 Akibat Cedera ACL
KPK Beberkan Peran Sentral Stafsus Menag dalam Skema Fee Percepatan Haji
Tabung Gas 3 Kg Jadi Senjata, Warga di Banten Nyaris Tewas Dihajar Gara-Gara Piutang Rp400 Ribu
TNI-Polri Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat Noken 2026 di Puncak Jaya