"Saling serang di media sosial ini mengingatkan kita pada keretakan Teluk yang dulu," ujar Jacobs.
"Bedanya, sekarang Riyadh secara terang-terangan menyoroti masalahnya dengan kebijakan regional Abu Dhabi. Dan belum ada tanda-tanda ini akan berhenti."
Di sisi lain, Abu Dhabi terlihat lebih memilih diam. Mereka tak banyak membalas. Menurut Abdulkhaleq Abdulla, seorang profesor ilmu politik asal Emirat, sikap ini mungkin karena karakter mereka.
UEA "tidak terbiasa memprovokasi saudara kita," katanya.
Jadi, meski satu pihak terlihat vokal, yang lain justru memilih untuk tak banyak bicara. Situasi yang memang bikin penasaran, bagaimana akhirnya nanti.
Artikel Terkait
Angin Gila Lumpuhkan Nuuk, Greenland Terjerembab dalam Gelap dan Isolasi Digital
Menteri Tito Soroti Alih Fungsi Lahan di Balik Longsor Pasirlangu
Polisi Periksa Reza Arap dan Teman Dekat Terkait Meninggalnya Selebgram Lula Lahfah
Kekasih Lula Lahfah Diperiksa Polisi Besok, Obat-obatan Jadi Barang Bukti