"Saling serang di media sosial ini mengingatkan kita pada keretakan Teluk yang dulu," ujar Jacobs.
"Bedanya, sekarang Riyadh secara terang-terangan menyoroti masalahnya dengan kebijakan regional Abu Dhabi. Dan belum ada tanda-tanda ini akan berhenti."
Di sisi lain, Abu Dhabi terlihat lebih memilih diam. Mereka tak banyak membalas. Menurut Abdulkhaleq Abdulla, seorang profesor ilmu politik asal Emirat, sikap ini mungkin karena karakter mereka.
UEA "tidak terbiasa memprovokasi saudara kita," katanya.
Jadi, meski satu pihak terlihat vokal, yang lain justru memilih untuk tak banyak bicara. Situasi yang memang bikin penasaran, bagaimana akhirnya nanti.
Artikel Terkait
KPK Beberkan Peran Sentral Stafsus Menag dalam Skema Fee Percepatan Haji
Tabung Gas 3 Kg Jadi Senjata, Warga di Banten Nyaris Tewas Dihajar Gara-Gara Piutang Rp400 Ribu
TNI-Polri Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat Noken 2026 di Puncak Jaya
Anggota DPR Desak Pemerintah Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah pada Ibadah Haji