Suasana Pondok Pesantren Miftachussunnah di Surabaya tampak berbeda hari ini. Sejumlah tokoh penting Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berkumpul di kediaman Rais Aam mereka, KH Miftachul Akhyar. Pertemuan ini lebih dari sekadar rapat kerja. Di sana, terlihat Miftachul Akhyar, Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), dan Sekjen Saifullah Yusuf (Gus Ipul) duduk kompak, menikmati hidangan bersama.
Agendanya sendiri sederhana, namun sarat makna. Mereka mengisi pertemuan dengan sholawatan dan doa bersama. Lalu, makan nasi talaman. Hal-hal teknis soal organisasi sengaja belum disentuh. Itu akan dibicarakan nanti, di waktu yang lain.
Gus Ipul yang memberikan keterangan usai acara terlihat sumringah.
"Alhamdulillah tadi sudah kumpul semua. Kita bersama-sama berdoa, bersolawat. Mudah-mudahan insyaallah nanti pada waktu-waktu mendatang akan ada pembicaraan yang lebih lanjut," ujarnya.
Menurutnya, fokus utama pertemuan ini memang cuma satu: silaturahmi. Membangun dan menguatkan lagi suasana kebersamaan di internal. Soal langkah strategis ke depan, itu urusan nanti.
"Intinya nanti Rais Aam bersama-sama dengan Ketua Umum akan membicarakan lebih lanjut apa yang akan kita lakukan ke depan. Hari ini kita sudah kumpul, sudah bisa guyup, makan bareng, solawatan. Alhamdulillah," kata Gus Ipul lagi.
Lantas, bagaimana dengan isu-isu yang beredar? Seperti agenda muktamar atau dinamika struktural yang ramai dibicarakan? Gus Ipul tak mau berpanjang lebar.
"Soal muktamar nanti akan dibicarakan lebih lanjut. Kapan waktunya, juga belum bisa dipastikan. Tunggu penjelasan dari Kiai Miftachul Akhyar," tegasnya singkat.
Pertemuan yang hangat ini dihadiri hampir semua pucuk pimpinan. Selain Rais Aam dan Ketum, hadir pula Katib Aam Prof. Muhammad Nuh. Tak ketinggalan, sejumlah tokoh senior seperti KH Anwar Mansyur dan KH Idris Hamid juga datang, mewakili unsur Syuriyah dan Tanfidziyah. Mereka semua hadir, bukan untuk berdebat, tapi sekadar untuk menyambung rasa.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Investigasi Tuntas Penembakan Pesawat di Papua Selatan
BTS Pecahkan Rekor Penjualan Tiket di London, Ludes dalam 30 Menit
Trump Tegaskan Negosiasi dengan Iran Berlanjut Meski Netanyahu Ragukan Hasilnya
Kejagung Geledah Delapan Perusahaan Sawit di Pekanbaru dan Medan