"Air besar banget. Saya panik terus naik ke lantai 2. Tapi air semakin besar dan suara gemuruh menakutkan," lanjutnya.
Namun begitu, rasa aman di lantai dua ternyata ilusi. Bencana itu membawa ancaman lain yang lebih nyata. Arus deras itu bukan cuma air, tapi juga membawa kayu-kayu gelondongan raksasa. Salah satu batang kayu besar itu menghantam langsung tiang penyangga rumahnya.
"Ternyata kayu yang datang sampai saka rumah saya tertabrak kayu besar. Alhamdulillah tidak patah. Kalau patah ya ambruk," katanya sambil menghela napas.
Ia memperkirakan, momen mengerikan itu terjadi sekitar pukul setengah tiga dini hari. Sekarang, yang tersisa hanya puing-puing dan kenangan akan rumah yang telah hilang tersapu arus dalam sekejap.
Artikel Terkait
Polres Metro Tangerang Kota Sediakan Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
KARA Raih Tiga Penghargaan Nilai Pelanggan dari Survei Konsumen di Enam Kota
Mendes PDTT Desak Pembaruan Data Tunggal untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kapolda Riau Dianugerahi Maklumat Hari Ekosistem Atas Komitmen Green Policing