Dini hari tadi, suasana mencekam melanda dua desa di Purbalingga. Desa Serang dan Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, tiba-tiba diterjang banjir bandang yang ganas. Bencana itu tak hanya merenggut korban jiwa, tapi juga membawa serta material mengerikan: kayu-kayu gelondongan besar yang menghancurkan apa saja di depannya.
Kejadiannya begitu cepat. Menurut sejumlah saksi, air datang tiba-tiba dengan suara gemuruh yang memekakkan telinga. Salah satu korban yang merasakan langsung dahsyatnya bencana itu adalah Saryono Sakirin, seorang warga berusia 68 tahun dari RT 14 RW 05, Desa Sangkanayu.
Rumahnya luluh lantak. Tak ada yang tersisa, bahkan peralatan untuk memproduksi batako yang menjadi mata pencahariannya pun ikut hanyut. Ia mengenang, saat itu dirinya sedang tertidur lelap.
"Saya lagi tidur di rumah. Terus istri saya kebangun terus air sudah masuk rumah," ujar Saryono.
Suaranya masih terdengar bergetar saat menceritakan ulang. Air yang masuk ternyata bukan sembarang air. Arusnya begitu besar dan deras, memaksanya untuk segera menyelamatkan diri ke lantai dua.
Artikel Terkait
Longsor Eks TPA Cibinong Tumpahkan Material ke Sungai Ciliwung
Tito Karnavian Tinjau SD Terdampak Banjir di Tapteng, Janjikan Bantuan Peralatan Sekolah
Ayah di Siak Terekam Tendangi Kepala Anak Balita, Motifnya Gagal Minta Uang
Serangan Rusia Hantam Kyiv dan Kharkiv, Korban Jiwa Berjatuhan