Di sisi lain, ada cerita menarik dari cabang boccia. Di hari ketiga, mereka sukses menyumbang emas dan menciptakan momen spesial: final semua Indonesia di kelas BC2 putri.
Pertarungan itu mempertemukan sang senior, Gischa Zayana jebolan Paralimpiade 2024 dengan junior berbakat, Intan Cahaya Putri yang baru berusia 15 tahun. Pertandingan berlangsung sengit, tapi akhirnya dimenangi Gischa dengan skor tipis 4-3.
Koordinator pelatih boccia, Islahuzzaman Nur Yadin, sangat mengapresiasi Intan. Masa depannya cerah.
Meski puas dengan dua emas yang sudah diraih, tim boccia masih ingin lebih. "Kita masih berusaha untuk meraih yang lebih baik lagi. Mudah-mudahan besok, di nomor team dan pairs, bisa nambah. Mudah-mudahan bisa final lagi," harap Islah.
Suasana haru juga terlihat dari peraih emas lainnya, Handayani. Di kelas BC1 perorangan putri, ia harus berjuang mati-matian melawan atlet Malaysia, Angeline Melissa Lawas.
Medali ini ia persembahkan untuk seluruh masyarakat Indonesia. Tapi, perjalanannya belum berakhir. "Target berikutnya ASIAN Para Games 2026. Insya Allah ke Nagoya. Semoga bisa podium, bisa medali," ungkapnya penuh semangat.
Semangat seperti inilah yang membuat kontingen kita tak pernah berhenti berjuang. Satu per satu medali datang, membawa Indonesia semakin dekat dengan target.
Artikel Terkait
Cara Mudah Cek Cuaca BMKG dan Nomor Darurat yang Harus Disimpan
169 Taruna Akpol Diterjunkan ke Aceh Tamiang, Bantu Pulihkan Daerah Terdampak Banjir Bandang
Banjir Tangerang Meluas, 14 Ribu Keluarga Terjebak Genangan
Emperan Toko Jadi Tempat Berpulang: Kisah Warga Pejaten Timur yang Terdampar Usai Banjir