Siang tadi, satu korban lagi ditemukan tak bernyawa di lokasi longsor sampah Bantargebang, Bekasi. Penemuan ini menambah duka, dengan total korban jiwa kini menjadi lima orang.
Ramli Prasetyo dari Humas Kantor SAR Jakarta membenarkan kabar itu. Ia menjelaskan kronologinya.
"Sekitar pukul 12.05 WIB satu korban kembali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa menuju RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi,"
Pencarian, tentu saja, belum berakhir. Beberapa orang lainnya masih dinyatakan hilang dan tim gabungan terus berupaya menemukannya di bawah tumpukan sampah yang menggunung itu.
Semua ini berawal dari sebuah Minggu yang berubah jadi malapetaka. Tepatnya, 8 Maret 2026 sekitar pukul dua siang. Kejadiannya mendadak. Gunungan sampah itu runtuh begitu saja, menghancurkan warung dan mengubur beberapa truk yang kebetulan ada di lokasi.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo, menggambarkan suasana saat kejadian berdasarkan kesaksian warga.
"Saksi mendengar teriakan warga mengenai adanya longsor, kemudian melihat gunungan sampah tiba-tiba runtuh menutup jalan serta menimpa warung dan beberapa truk sampah,"
Begitu kabar darurat itu menyebar lewat grup komunikasi, responnya cepat. Petugas keamanan TPST dan polisi dari Polsek Bantargebang langsung bergegas ke tempat kejadian. Mereka tak membuang waktu.
Kini, di lokasi, evakuasi masih berlangsung dengan tensi tinggi. Alat berat seperti ekskavator dikerahkan untuk mengangkat puing-puing. Prosesnya pelan, hati-hati, dengan harapan yang makin menipis.
Artikel Terkait
Pemerintah Persempit Penerima Fasilitas Pajak Final UMKM demi Dorong Usaha Naik Kelas
Pencuri di Mojokerto Tinggalkan Surat Permintaan Maaf dan Janji Ganti Rugi demi Biaya Sekolah Anak
Gempa M 4,1 Guncang Nias Barat Akibat Aktivitas Megathrust, BMKG Imbau Warga Tetap Waspada
Piala Dunia 2026 Tersandung Kontroversi: Harga Tiket Meroket dan Beban Finansial Membebani Kota Tuan Rumah