"Dalam dunia yang penuh ketidakpastian, kesejahteraan rakyat harus tetap menjadi prioritas utama," tegasnya.
"Model pembangunan yang inklusif dalam Prabowonomics ini menjadi inspirasi kebijakan yang berpihak sepenuhnya pada kepentingan masyarakat luas."
Eddy juga menyebutkan bukti konkretnya: Program MBG yang telah menjangkau puluhan juta warga. "Itu menjadi bukti kehadiran negara," imbuhnya, sambil mengakui bahwa tentu saja perbaikan implementasi tetap harus terus dilakukan.
Sebagai Waketum PAN, Eddy menekankan satu hal. Pesan "no one is left behind" di forum bergengsi seperti WEF itu sebenarnya adalah cerminan strategi luar negeri Indonesia. Sebuah strategi yang berusaha seimbang: aktif berkarya di dunia global, tapi tanpa melupakan perlindungan terhadap rakyatnya sendiri.
"Kemakmuran, perdamaian dan keadilan adalah hak setiap warga dunia," pungkasnya.
"Pidato Presiden di Davos menunjukkan bahwa bagi Indonesia, pertumbuhan ekonomi dan masa depan yang adil bagi setiap warga negara punya bobot yang sama pentingnya."
Artikel Terkait
Shopee Akui Ketersediaan Pengemudi Ojol Menjelang Lebaran Menurun, Terutama di Jabodetabek
Pemkab Gorontalo Siapkan THR Rp25,2 Miliar untuk 5.309 Aparatur
Wamensos Desak Majene Siapkan Lahan untuk Program Sekolah Rakyat
Yumis Cells Musim 3 Dijadwalkan Tayang Perdana di HBO Max 13 April