"Dalam dunia yang penuh ketidakpastian, kesejahteraan rakyat harus tetap menjadi prioritas utama," tegasnya.
"Model pembangunan yang inklusif dalam Prabowonomics ini menjadi inspirasi kebijakan yang berpihak sepenuhnya pada kepentingan masyarakat luas."
Eddy juga menyebutkan bukti konkretnya: Program MBG yang telah menjangkau puluhan juta warga. "Itu menjadi bukti kehadiran negara," imbuhnya, sambil mengakui bahwa tentu saja perbaikan implementasi tetap harus terus dilakukan.
Sebagai Waketum PAN, Eddy menekankan satu hal. Pesan "no one is left behind" di forum bergengsi seperti WEF itu sebenarnya adalah cerminan strategi luar negeri Indonesia. Sebuah strategi yang berusaha seimbang: aktif berkarya di dunia global, tapi tanpa melupakan perlindungan terhadap rakyatnya sendiri.
"Kemakmuran, perdamaian dan keadilan adalah hak setiap warga dunia," pungkasnya.
"Pidato Presiden di Davos menunjukkan bahwa bagi Indonesia, pertumbuhan ekonomi dan masa depan yang adil bagi setiap warga negara punya bobot yang sama pentingnya."
Artikel Terkait
Februari 2026 Siapkan Libur Panjang Empat Hari untuk Imlek
Tanggul Kali Angke Ditambal, Genangan di Pinang Griya Akhirnya Surut
Trump Sebut Pasukan Inggris Di Belakang, London Murka
Tito Karnavian Tinjau Langsung Pemulihan Pasca-Bencana di Aceh Tamiang