Pasar Asia Bangkit, KOSPI Tembus 5.000 Poin Didorong Sentimen Positif

- Kamis, 22 Januari 2026 | 10:40 WIB
Pasar Asia Bangkit, KOSPI Tembus 5.000 Poin Didorong Sentimen Positif

Pasar saham Asia akhirnya bangkit pada Kamis pagi (22/1/2026). Setelah beberapa hari lesu, sentimen berbalik positif, mengikuti jejak penguatan yang terjadi di Wall Street semalam. Ternyata, meredanya ketegangan geopolitik dan perdagangan antara AS dan Eropa jadi angin segar bagi para investor.

Di Jepang, Indeks Nikkei 225 melonjak cukup tajam, 1,75 persen, sementara Topix naik 0,97 persen. Kenaikan ini sekaligus menghentikan tren penurunan yang sudah berlangsung lima hari berturut-turut. Kabar baik datang dari dua sisi. Dari luar negeri, pernyataan Presiden AS Donald Trump soal tercapainya kerangka kesepakatan terkait Greenland meredakan kekhawatiran.

Mengutip Reuters, Trump menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk menguasai Greenland. Ia juga melunakkan ancaman tarif terhadap negara-negara Eropa.

Di sisi domestik, data ekspor Jepang juga memberi sinyal positif. Ekspor naik untuk bulan keempat berturut-turut dan bahkan mencetak rekor nilai tertinggi pada Desember. Yang menarik, permintaan dari China tetap stabil. Padahal, hubungan diplomatik kedua negara masih diwarnai ketegangan yang belum benar-benar reda.

Tak cuma Jepang, Australia juga ikut merasakan kehangatan. Indeks S&P/ASX 200 naik 0,61 persen, mengakhiri penurunan tiga hari berturut-turut. Ternyata, ada data lapangan kerja yang cukup mencengangkan. Pertumbuhan lapangan kerja bersih melonjak 65.200 pada Desember, jauh melampaui perkiraan pasar yang hanya 30.000. Tingkat pengangguran pun turun ke level terendah dalam tujuh bulan. Pasar tenaga kerja mereka tampaknya masih solid.

Namun, sorotan paling dramatis mungkin ada di Korea Selatan. Indeks acuan sahamnya, KOSPI, berhasil menembus level psikologis 5.000 poin untuk pertama kalinya pada Kamis pagi. Saham-saham chip seperti Samsung Electronics dan SK Hynix jadi penggerak utama. Pencapaian bersejarah ini sesuai dengan janji Presiden Lee Jae Myung, dan terealisasi hanya dalam waktu sedikit lebih dari enam bulan sejak ia menjabat.


Halaman:

Komentar