Di sisi lain, obsesi Trump terhadap Greenland memang sudah berlangsung lama. Di usianya yang ke-79, ia tetap ngotot agar AS bisa mengakuisisi wilayah otonomi Denmark tersebut. Alasannya kerap dikaitkan dengan ancaman keamanan, terutama dari Rusia dan China yang juga aktif di kawasan Lingkaran Arktik.
Baru Rabu lalu, Trump bahkan mengumumkan sebuah "kerangka kerja" untuk kesepakatan masa depan tentang Greenland. Sebagai bentuk "goodwill", ia juga membatalkan rencana pengenaan tarif terhadap beberapa negara Eropa yang sebelumnya menentang langkahnya.
Jadi, meski lidahnya sempat tersandung menyebut Islandia, niatnya terhadap Greenland tampaknya tak goyah sedikitpun. Obsesi itu tetap hidup, dan dunia terus memperhatikan.
Politik Internasional
Artikel Terkait
Polres Metro Tangerang Kota Sediakan Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
KARA Raih Tiga Penghargaan Nilai Pelanggan dari Survei Konsumen di Enam Kota
Mendes PDTT Desak Pembaruan Data Tunggal untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kapolda Riau Dianugerahi Maklumat Hari Ekosistem Atas Komitmen Green Policing